MPLS SMK TKM Purworejo Tekankan pada Pembentukan Karakter dan Budi Pekerti

oleh
Ketua Harian Majelis Luhur Taman Siswa Ki Gandung Ngadina, S.Pd., M.Pd., saat menyampaikan materi tentang Ketamansiswaan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pembentukan karakter dan budi pekerti yang luhur, sangat penting dalam pendidikan di Perguruan Tamansiswa karena keduanya merupakan dasar pembentukan manusia yang utuh dan beradab.

Ki Hajar Dewantara menekankan pentingnya pendidikan karakter dan budi pekerti sebagai landasan untuk mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh, baik secara kognitif, emosional, maupun spiritual.

‘Pendidikan karakter di Tamansiswa bertujuan untuk membentuk siswa yang memiliki moral dan etika yang baik, serta mampu berkontribusi positif dalam masyarakat’.

Penekanan itu disampaikan Ketua Harian Majelis Luhur Taman Siswa Ki Gandung Ngadina, S.Pd., M.Pd., saat menjadi pemateri tentang Ketamansiswaan dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), Senin (14/07/2025).

Dalam MPLS yang berlangsung selama 4 hari dari Senin (14/07/2025) hingga Jum’at (18/07/2025) itu, diikuti oleh 380 siswa dengan perincian siswa laki-laki sejumlah 353 dan siswa perempuan 27.

Kegiatan MPLS yang diikuti siswa baru kelas X dari 4 konsentrasi keahlian, yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik (2 kelas), Teknik Permesinan (5 kelas), Teknik Mekanik Industri (2) dan Teknik Komputer dan Jaringan (2 kelas) ini dibuka oleh Kepala SMK TKM Ki Murwanto, S.Pd., M.Pd.

“Terimakasih kepada masyarakat yang telah mempercayai SMK TKM Purworejo untuk wadah pembelajaran dan pendidikan. Mudah-mudahan bisa maju bersama dengan masyarakat, khususnya para peserta didik baru ini dalam meraih kesuksesan,” ujar Ki Murwanto saat membuka MPLS.

Puji Waluyo, S.Kom., Waka Kurikulum selaku Ketua MPLS menambahkan, bahwa selama pelaksanaan MPLS berbagai materi-materi sesuai rujukan nota dinas, diberikan.

Materi ini terkait anti bullying, bahaya NAPZA dan judi online, gerakkan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, pencegahan pornografi-pornoaksi- perkawinan anak, wawasan kebangsaan dan PBB.

“Kita juga menghadirkan narasumber dari dunia industri, yakni Telkomsel yang mengulas tentang internet sehat dan pengenalan aplikasi yang menunjang pembelajaran siswa, terkait presensi online. Internet Sehat adalah batasan-batasan penggunaan ketika siswa menggunakan internet supaya disesuaikan dengan umur,” jelas Puji, Jum’at (18/07/2025).

Kegiatan MPLS di hari terakhir, ungkap Puji, sebelum penutupan oleh kepala sekolah, diisi dengan jalan sehat dan game edukasi. Kegiatan ini diampu OSIS dan wali kelas masing-masing.

“Dari sejumlah materi, Ketamansiswaan menjadi ciri khusus dari Perguruan Taman Siswa yang Berkarakter dan Budi Pekerti,” pungkas Puji. (Jon)