KORANJURI.COM – Manager Administrasi dan Keuangan Bulog Kanwil Bali A. Bagus Budi Karsono mengungkapkan, ketersediaan stok beras di Bali aman hingga Desember 2025.
Dalam periode Juni-Juli 2025, Bulog Kanwil Bali akan menyalurkan beras kepada 298.310 penerima bantuan pangan beras (PBP). Ia memastikan kondisi itu tidak mempengaruhi stok beras di Provinsi Bali.
“Untuk ketahanan pangan, stok beras di Bali masih 12 ribu ton dengan asumsi per bulan 3 ribu ton masih bisa 4 bulan ke depan,” kata Bagus di Denpasar, Senin, 21 Juli 2025.
“Untuk peak season akhir tahun di bulan Desember juga masih aman,” tambahnya.
Bantuan pangan itu diberikan secara gratis oleh pemerintah. Dengan harapan, dapat membantu meringankan beban kebutuhan pangan di masyarakat.
Distribusi menyasar Kabupaten dan Kota di Bali di antaranya, Karangasem, Jembrana, Buleleng, Gianyar, Klungkung, dan Bangli.
“Penyaluran beras bulog ini harus selesai sampai akhir Juli, Karangasem sudah tersalur semua,” kata Bagus.
Penyaluran bantuan pangan akan terus berlanjut di ke sejumlah kabupaten lainnya antara lain Tabanan, Badung, dan Denpasar.
Khusus untuk wilayah Denpasar, kata Bagus, akan diadakan pada 23 Juli 2025. Diharapkan, pada 24-25 Juli 2025 Pemda setempat sudah menyalurkannya ke masyarakat.
“Kita sudah dropping untuk di Denpasar, karena masih ada kegiatan upacara keagamaan,” ujarnya.
Ia mengatakan, jumlah penerima beras pangan di dua Kabupaten Buleleng dan Karangasem sudah menurun signifikan. Sebelumnya, di dua wilayah itu ada 55.000 PBP.
“Tapi sekarang tinggal 38 ribu PBP, sudah berkurang signifikan sekitar 20 persen,” kata Bagus. (Way)





