Mahasiswa Farmasi STIKes Bantul Lakukan Kunjungan Industri ke PT Sido Muncul

oleh
Kunjungan industri mahasiswa farmasi STIKes Bantul ke PT Sido Muncul Semarang - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Mahasiswa Prodi Farmasi STIKes Bantul melakukan kunjungan industri ke PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk di Semarang, Kamis (24/07/2025).

Apoteker Riska Safira, M.Farm., Kaprodi Farmasi STIKes Bantul menjelaskan, kunjungan industri tersebut sebagai bagian dari pembelajaran di luar perkuliahan yang bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan langsung mengenai proses produksi, pengawasan mutu, penjaminan mutu serta pengembangan produk di industri farmasi dan jamu modern.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT Sido Muncul atas sambutan yang hangat dan diberikannya kesempatan kepada kami untuk belajar secara langsung kepada para praktisi industri,” ujar Riska, Jum’at (25/07/2025).

Pengalaman ini menurut Riska, menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam memahami aplikasi nyata dari ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan serta memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja khususnya di bidang kefarmasian.

Kepada seluruh dosen pendamping dan panitia, Riska juga mengucapkan banyak terima kasih karena telah mensukseskan kegiatan ini.

“Semoga kolaborasi ini dapat terus terjalin demi peningkatan kwalitas dan pengembangan kompetensi mahasiswa farmasi,” harap Riska.

Atas terlaksananya kunjungan industri ini, Ketua STIKes Bantul Nuryadin, S.Sos., M.Pd.,.menyambut baik.

Dia berharap, semoga dengan kunjungan industri ini akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi mahasiswa STIKes Bantul khususnya jurusan farmasi.

Menurut Nuryadin, program ini menjadi bagian dari kurikulum yang telah ditetapkan dimana salah satu proses pengambilan sarjana S1 Farmasi adalah mahasiswa harus mengikuti kegiatan kunjungan industri.

Dimana didalam kunjungan ini bagian dari menambah pengalaman, mengcompare apa yang sudah diterima mahasiswa di kampus secara teori dengan di lapangan di dunia usaha dan dunia industri.

“Sehingga akan menambah pengalaman dan pengetahuan baru antara teori dan pengalaman praktek di lapangan,” kata Nuryadin.

Nanti pada tahap berikutnya, terang Nuryadin, ketika mahasiswa mengikuti ujian kompetensi atau pembuatan skripsi akan lebih maksimal, lebih bisa menguasai materi tentang obat-obatan yang diproduksi industri.

“Tentu kita berharap nanti dari hasil ini anak-anak lebih mantap lagi dalam menyusun skripsi. Dengan pengalaman dan pengetahuan ini, supaya nantinya mereka lebih siap memasuki dunia kerja dan dunia industri,” pungkas Nuryadin. (Jon)