KORANJURI.COM – Sebanyak 15 mahasiswa Institut Agama Islam An Nawawi (IAIAN) Purworejo dari berbagai fakultas akan menjalani Tridharma di luar negeri, dalam program Tridharma Internasional 2025. Mereka akan menjalani program ini di tiga negara, yakni Singapura, Malaysia dan Thailand.
Secara seremoni, Rektor IAIAN Purworejo Hj. Khoirun Nisa’, MSI melepas keberangkatan para delegasi ini, Senin (25/08/2025), yang ditandai dengan pelepasan balon ke udara.
Pada kesempatan tersebut Rektor menyampaikan rasa bangga atas keberangkatan mahasiswa yang akan membawa nama baik kampus di kancah internasional.
“Jaga nama baik almameter. Tunjukkan karakter santri yang mampu mengabdi dan meneliti dengan semangat moderasi Islam serta keterbukaan terhadap multikulturalisme global,” pesan Rektor.
Achmad Nursobah, S.H.I , M.S.I , Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama menjelaskan, kelimabelas mahasiswa yang akan menjalani Tridharma Internasional ini, 9 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), 2 mahasiswa Fakultas Syariah, 1 mahasiswa Fakultas Dakwah, serta 3 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).
“Keberagaman latar belakang keilmuan ini menjadi kekuatan kolaboratif dalam menjalankan misi di luar negeri,” ujar Sobah, panggilan akrab Achmad Nursobah, di sela kegiatan.
Selama 5 hari kedepan, kata Sobah, mereka akan menjalani pengabdian masyarakat dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata), magang dan penelitian yang diimplementasikan dalam bentuk presentasi.
Selain menjalankan misi Tridharma Internasional, peserta juga dijadwalkan hadir dalam forum akademik internasional bertajuk ‘Multiculturalism and Religious Moderation: The Perspective of Islamic Studies in Indonesia and Malaysia’.
Forum tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti lintas negara untuk membahas nilai keberagaman dan moderasi beragama dalam perspektif studi Islam.
“Delegasi dari IAIAN Purworejo ini didampingi Dr.Adi Wibowo, M.Pd., Dekan FTIK dan Dr. Miftahur Rahman, S.H.I., M.S.I., Dekan FEBI, yang sekaligus menjadi narasumber dalam konferensi internasional tersebut,” ungkap Sobah.
Adanya Tridharma Internasional ini, terang Sobah, sebagai perwujudan dari visi misi IAIAN Purworejo, yakni menjadi perguruan tinggi berbasis pesantren yang unggul di level internasional. Capaian itu diawali dengan Tridharma Internasional ini.
“Tridharma Internasional ini juga merupakan tindak lanjut dari program kerjasama yang pernah ditandatangan antara IAIAN Purworejo dengan perguruan tinggi di Malaysia dan Thailand, serta program dari MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) yang levelnya internasional,” kata Sobah.
Dikatakan, dalam menjalankan program Tridharma Internasional ini dari IAIAN Purworejo masih bergabung dengan beberapa perguruan tinggi dari Jateng. Dengan penjajakan yang akan dilakukan, diharapkan kedepannya dari IAIAN Purworejo bisa mandiri dalam menjalankan program ini.
“Jadi tujuan Tridharma Internasional ini sebagai pemenuhan visi, yang harapannya secara implementasi tahun depan bisa dilakukan secara mandiri,” pungkas Sobah. (Jon)





