KORANJURI.COM – Bertempat di Hotel Aveta Yogyakarta, Minggu (24/08/2025), Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (Prodi PTO) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Media Interaktif pada Pembelajaran Deep Learning Bidang Teknik Otomotif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi PTO, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Prodi PTO, serta diikuti sejumlah mitra kolaborasi penelitian dari berbagai perguruan tinggi, yakni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), Universitas IVET Semarang, dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
FGD membahas secara mendalam pengembangan media interaktif pada pembelajaran digital berbasis deep learning melalui platform digitalotolab.com, yang nantinya digunakan untuk mendukung pembelajaran di bidang teknik otomotif.
Materi yang sedang dikembangkan mencakup berbagai topik penting seperti chasis, sistem EFI (Electronic Fuel Injection), sistem rem, serta kompetensi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan kurikulum pendidikan vokasional teknologi otomotif.
Tim pelaksana penelitian ini dipimpin oleh Aci Primartadi, M.Pd. selaku Ketua Tim, dengan anggota Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. dan Dr. Fuad Abdillah, S.T., M.T.. Kehadiran tim inti ini memperkuat arah riset agar sesuai dengan capaian pembelajaran vokasi dan perkembangan teknologi otomotif terkini.
Kaprodi PTO UMPWR Dwi Jatmoko, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif dan inovatif.
“Harapannya, digitalotolab.com dapat menjadi platform digital yang efektif mendukung pembelajaran otomotif berbasis teknologi, sekaligus menjawab tantangan keterampilan abad 21,” ujarnya, Senin (25/08/2025).
Menurutnya, masukan yang diberikan oleh mitra pun sangat konstruktif. Perwakilan dari UNY menekankan pentingnya standar konten pembelajaran yang sesuai kurikulum vokasi agar dapat diimplementasikan di pendidikan kejuruan khususnya kendaraan ringan.
Dari UPY, masukan lebih diarahkan pada aspek pedagogis dan user interface agar platform ramah digunakan baik oleh pengajar maupun mahasiswa. Mitra dari IVET Semarang menambahkan perlunya integrasi sistem dengan teaching factory dan praktik industri.
Sedangkan perwakilan UAD memberikan pandangan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan evaluasi berbasis data untuk mendukung personalisasi pembelajaran.
Aci Primartadi, M.Pd. selalu Ketua Tim Penelitian menyebut, rangkaian masukan dari berbagai mitra ini sangat berharga dan memberikan arah yang jelas bagi pengembangan digitalotolab.com ke depan.
“Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan dapat mewujudkan media interaktif pembelajaran yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri otomotif, khususnya pada bidang chasis, EFI, sistem rem, dan kompetensi teknik kendaraan lainnya,” ujar Dwi Jatmoko.
FGD ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi penelitian dan pengembangan media interaktif pembelajaran otomotif berbasis digital yang lebih aplikatif, adaptif, dan sesuai kebutuhan industri. (Jon)





