Digitalisasi Sekolah, SMPN 35 Purworejo Sukses Terapkan E-Voting dalam Pilketos Digital

oleh
Kepala SMPN 35 Purworejo Budi Hartono, S.Pd., M.M., saat melantik pengurus baru OSIS periode 2025/2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 35 Purworejo melangkah maju dalam program Digitalisasi Sekolah. Pada Sabtu (04/10/2025) lalu, sekolah ini sukses menggelar Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) secara digital menggunakan sistem E-Voting, sebuah implementasi Project Based Learning (PjBL) Lintas Mata Pelajaran.

Kepala sekolah, Budi Hartono, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa Pilketos Digital ini adalah tindak lanjut dari himbauan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Purworejo mengenai Digitalisasi Sekolah.

“Pilketos Digital ini merupakan bentuk kegiatan dari PjBL Lintas Mata Pelajaran, melibatkan mapel Pendidikan Pancasila, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Informatika,” ujar Budi usai melantik 32 pengurus OSIS baru periode 2025/2026 tersebut, Senin (20/10/2025).

Hasil dari Pilketos Digital ini oleh Budi diharapkan siswa akan lebih percaya diri, lebih meningkat dalam menjalankan tugasnya sebagai pengurus OSIS sehingga akan mendukung segala kegiatan yang ada di sekolah.

“Pada guru juga diharapkan dapat meniru inovasi ini pada kegiatan yang lain yang mengarah ke Digitalisasi Sekolah,” harap Budi.

Dalam Pilketos Digital tersebut, dengan total pemilih 282 orang (siswa, guru, dan karyawan), sebanyak 272 orang menggunakan hak suaranya.

Pasangan Calon (Paslon) Desvita (8A) dan Arya (7B) berhasil memenangkan kontestasi ini dengan perolehan suara terbanyak, yaitu 148 suara. Mereka mengungguli tiga paslon lainnya, Reza Yusuf (8A) dan Aprilia (7B): 66 suara, Ardiyanto (8B) dan Abdurrokhim (7A): 31 suara dan Fauzan (8B) dan Apreziya (7C): 27 suara.

Koordinator PjBL Lintas Mapel, Nanda Nadhifah, S.Pd., mengungkapkan bahwa tema PjBL kali ini adalah ‘Aku Siap Memimpin’. Rangkaian kegiatan Pilketos dirancang menyerupai Pemilu sesungguhnya, namun dengan sentuhan teknologi.

“Yang membedakan dengan Pilketos pada umumnya, kali ini kami memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan web E-Voting,” jelas Nanda.

Secara teknis, setiap pemilih mendapatkan kode akses untuk masuk ke laman web E-Voting. Di sana, mereka dapat melihat nama Paslon beserta visi-misi, dan cukup meng-klik Paslon yang dipilih. Meskipun digital, proses penyelenggaraan tetap dilengkapi elemen Pemilu konvensional, seperti panitia, bilik suara, dan tinta sebagai tanda telah memilih.

Nanda berharap, Pilketos Digital ini tetap bisa memberikan gambaran kepada siswa mengenai proses demokrasi yang ada di Indonesia dalam lingkup sekolah, namun dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman.

Wakil Kepala Kesiswaan, Didik Handono, S.Pd., menyebutkan bahwa keunggulan utama Pilketos Digital ini adalah penghitungan suara yang simpel karena langsung terlihat hasilnya, serta meminimalisir kecurangan dan suara rusak.

“Para pengurus OSIS baru yang dilantik merupakan anak-anak yang potensial, sebagian besar dari mereka berasal dari Paskibra,” pungkas Didik. (Jon)