Gudep Al Iman Bulus Gebang Sabet Juara Umum Jambore Cabang Kwarcab Purworejo 2025

oleh
Foto bersama para peraih juara Jambore Cabang Kwarcab Purworejo 2025 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Perhelatan akbar Jambore Cabang Kwartir Cabang Purworejo 2025 bagi golongan Penggalang resmi ditutup pada Minggu (26/10/2025) sore di Alun-Alun Kutoarjo.

Selama dua hari penuh, dari Sabtu (25/10/2025) hingga Minggu (26/10/2025) ratusan Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan (Gudep) beradu kreativitas, prestasi, dan mempererat persaudaraan.

Puncak kebanggaan diraih oleh Gugus depan (Gudep) Putra Putri MTs Al Iman Bulus Gebang yang dinobatkan sebagai Juara Umum Jambore tahun ini.

Untuk kategori putra, Juara Umum 1 diraih oleh MTs Al Iman Bulus Gebang, disusul SMP Negeri 8 Purworejo (Purwodadi) sebagai Juara 2 dan juara 3 diraih SMP Negeri 20 Purworejo (Pituruh).

Sementara pada kategori putri, Juara Umum I juga diraih oleh MTs Al Iman Bulus Gebang, disusul SMP Negeri 32 Purworejo (Kemiri) sebagai Juara 2 dan SMP Negeri 33 Purworejo (Banyuurip) di peringkat 3.

Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan kepada para pemenang, mulai dari Juara Umum 1, 2, dan 3, hingga Juara Harapan 1, 2, dan 3. Selain itu, apresiasi juga diberikan untuk pemenang di berbagai kategori lomba spesifik, seperti Lomba Perpetaan, Pioneering, Morse, Semaphore, dan Sandi.

Ketua Panitia Pelaksana Jambore Cabang, Drs. Tamsir Marsudi Utomo, M.M (Waka Binamuda) menyoroti Lomba Pionering. Diaenyatakan kekagumannya terhadap hasil karya peserta.

“Dalam lomba pionering, peserta diminta membuat satu alat transportasi, baik itu darat, laut, maupun udara. Hasilnya sangat memukau. Itu merupakan bentuk nyata dari scouting skill mereka,” ujar Tamsir.

Lebih lanjut Tamsir menegaskan bahwa Jambore ini harus menjadi momentum motivasi bagi para peserta didik. Mereka bisa menjadi suri tauladan di sekolah masing-masing.

Tamsir juga menekankan pentingnya menularkan nilai-nilai yang diperoleh, baik itu kegiatan yang bersifat wawasan seperti persaudaraan dan kepemimpinan, maupun bentuk-bentuk permainan yang sifatnya dinamika kelompok.

“Pengalaman lomba juga menjadi bekal berharga yang bisa didesiminasikan di gugus depan masing-masing,” pesan Tamsir.

Melihat semangat tinggi yang ditunjukkan oleh para penggalang, Tamsir berharap stakeholder terkait, baik di jajaran Kwarcab maupun Pemerintah Daerah, dapat memberikan perhatian dan support yang lebih besar di masa mendatang.

“Jambore itu berjenjang untuk pelaksanaannya. Ada Jambore Cabang, Jambore tingkat Kwarda dan Jambore Nasional. Ini even 4 tahun sekali, tapi pesertanya tidak berkelanjutan. Karena Jambore itu bukan lomba, tapi untuk memotivasi ada beberapa cabang yang dilombakan. Karena Jambore itu hakekatnya adalah pertemuan besar anggota Pramuka sesuai dengan tingkat Jambore itu,” pungkas Tamsir. (Jon)