KORANJURI.COM – Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo, atau PDAM Purworejo, menggelar puncak perayaan Hari Ulang Tahunnya (HUT) yang ke-51 (12/12/1974 – 12/12/2025) dengan meresmikan Monumen Pompa Air Bersejarah peninggalan era kolonial Belanda.
Acara peresmian yang dilakukan pada Jum’at (12/12/2025) ini sekaligus menandai satu abad (100 tahun) berdirinya Unit Saluran Air Minum (USAM), cikal bakal PDAM Purworejo.
Direktur PDAM Purworejo, Hermawan Wahyu Utomo, secara simbolis meresmikan monumen tersebut dengan pemotongan pita. Monumen ini merupakan bagian dari instalasi pompa air buatan Belanda tahun 1925.
“Ini monumen bersejarah. Secara peralatan instalasi lengkap, meski sudah tidak efisien dan efektif, kita jadikan monumen. Ini menunjukkan kalau perusahaan air minum itu berproses sudah lama, ratusan tahun,” jelas Hermawan di sela kegiatan.
Hermawan menuturkan, sejarah institusi yang mengurusi air bersih di Purworejo dimulai dari USAM (Unit Saluran Air Minum) pada tahun 1925. Institusi ini kemudian berganti nama menjadi DUSAM (Dinas Urusan Air Minum) di tahun 1950, lalu menjadi PDAM Kabupaten Dati II Purworejo di tahun 1974, sebelum menjadi PDAM Purworejo seperti saat ini.
Monumen ini diharapkan tidak hanya menjadi penanda sejarah, tetapi juga menjadi situs edukasi.
“Bukan besok, sekarang sudah. Kemarin-kemarin kita sering dikunjungi anak-anak dari SD, TK. Bukan monumen saja, instalasi pengolahan, kemudian situs sejarahnya, termasuk alat-alatnya juga. Jadi, sudah sering kita untuk kunjungan anak-anak. Generasi muda supaya tahu sejarah perusahaan Ledeng ini,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-51 ini, kata Hermawan, juga dijadikan momentum untuk mempertegas komitmen perusahaan dalam “Selalu Membangun Sinergitas untuk Kinerja Optimal.”
Sinergitas ini mencakup tiga pemangku kepentingan utama, yakni pemilik (Pemkab Purworejo) dengan berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui setoran deviden. Pelanggan, dengan mencukupi kebutuhan air masyarakat serta karyawan dengan meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dalam konteks kinerja, PDAM Purworejo mencatat capaian finansial yang positif. Pada tahun 2024, setoran deviden mencapai Rp3,1 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp2,85 miliar. Untuk tahun 2025, target setoran telah ditetapkan sebesar Rp3,5 miliar.
Hermawan juga mengungkapkan target ekspansi ambisius, yakni memiliki kantor cabang di setiap kecamatan di Purworejo.
“Target kita dari 16 kecamatan yang ada, di tiap kecamatan memiliki kantor cabang. Untuk saat ini baru ada 12 kantor cabang,” ungkapnya.
Ekspansi terdekat akan dilakukan di Kecamatan Ngombol tahun depan, disusul Kaligesing, Bruno, dan Bagelen. Saat ini, jumlah pelanggan PDAM Purworejo telah mencapai 40.358 SR.
Rangkaian kegiatan HUT ke-51 telah dilaksanakan sebelum tanggal 12 Desember 2025, meliputi bakti sosial dengan memberikan bantuan sosial ke panti asuhan, panti jompo, dan panti sosial, aksi kemanusiaan dengan kegiatan donor darah dan kepedulian lingkungan dengan reboisasi (pembagian bibit).
“Sebagai puncak kegiatan, kita gelar PDAM Bersholawat pada Jum’at (12/12/2025) malam di alun-alun Purworejo dengan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf,” pungkas Hermawan, yang berharap di usia ke-51 ini seluruh jajaran karyawan tidak bosan dan jenuh untuk memaksimalkan kinerja dan senantiasa semangat melayani seluruh masyarakat Purworejo. (Jon)





