KORANJURI.COM – SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo, yang akrab dikenal sebagai Esemkapurwa, mencetak sejarah baru di penghujung tahun 2025. Sekolah ini resmi menyandang predikat Akreditasi A (Unggul) berdasarkan SK BAN-PDM Nomor: 631/BAN-PDM/SK/2025 yang diterbitkan pada 28 Desember 2025.
Pencapaian ini menjadi kado istimewa menyambut tahun baru sekaligus memperkuat posisi sekolah dalam menghadapi Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027.
Kepala Esemkapurwa Purworejo Sumarjo, S.Fil.I., M.Pd., mengungkapkan bahwa raihan ini merupakan titik tertinggi sejak sekolah berdiri pada tahun 2003. Transformasi kualitas sekolah terlihat jelas dari rekam jejak akreditasinya.
“Ini pencapaian tertinggi kami. Sejak berdiri tahun 2003, kami memulai dari belum terakreditasi, lalu mendapat predikat C, meningkat ke B, dan puncaknya sekarang berhasil meraih A,” ujar Sumarjo, Senin (29/12/2025).
Proses akreditasi ini melibatkan visitasi ketat oleh asesor Dr. Wahono dan Dr. Setyo Subagyo pada 19-21 November 2025. Fokus penilaian meliputi kinerja pendidik, kepemimpinan kepala sekolah, iklim lingkungan belajar dan hasil belajar.
Sumarjo menyebut, ada tiga indikator utama yang membawa Esemkapurwa Purworejo meraih predikat unggul. Pada kualitas SDM, mayoritas tenaga pendidik telah mengantongi Sertifikat Pendidik (Sertifikasi). Rasio peralatan praktik kini seimbang dengan jumlah siswa. Bahkan, Ruang Praktik Perhotelan baru siap diresmikan untuk menunjang praktik siswa.
“Hubungan harmonis antar elemen sekolah mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif,” ungkap Sumarjo.
Saat ini, Esemkapurwa memiliki 5 konsentrasi keahlian yang relevan dengan dunia industri, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Perhotelan dan Usaha Layanan Pariwisata (ULP)
Dampak dari peningkatan kualitas ini dirasakan langsung oleh para alumni. Berdasarkan data Tracer Study terbaru, tingkat keterserapan lulusan Esemkapurwa Purworejo mencapai 86%.
“Sebagian besar lulusan kami langsung terserap di dunia kerja, sementara sisanya melanjutkan ke perguruan tinggi dan berwirausaha,” tambah Sumarjo.
Untuk menjaga kualitas ini, sekolah mulai menerapkan Total Quality Management. Sumarjo menekankan pentingnya perubahan mindset bagi guru dan karyawan agar kinerja di lapangan selaras dengan predikat “A” yang disandang.
“Tahun Baru, Semangat Baru, Akreditasi meningkat, layanan semakin merakyat,” pungkasnya. (Jon)





