440 Pramuka Garuda Kwarran Purworejo Resmi Dilantik

oleh
Pelantikan Pramuka Garuda Kwarran Purworejo, Kamis (05/02/2026) oleh Waka Bidang Binamuda Kwarcab Purworejo, Drs. H. Tamsir Marsudi Utomo, MM. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kecamatan Purworejo pada Kamis (05/02/2026). Sebanyak 440 anggota Pramuka Kwarran Purworejo dari golongan Siaga (313) dan Penggalang (127) resmi dilantik menjadi Pramuka Garuda.

Acara pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Bidang Binamuda Kwarcab Purworejo, Drs. H. Tamsir Marsudi Utomo, MM. Mengingat jumlah peserta yang besar dan keterbatasan ruang, prosesi dibagi menjadi dua sesi guna memastikan protokol kenyamanan tetap terjaga, apalagi setiap peserta didampingi oleh orang tua masing-masing.

Ketua Kwarran Purworejo, Sugiyarti, M.Pd., merinci bahwa dari total 440 peserta, mayoritas berasal dari golongan Siaga. Pada sesi pertama, pukul 08.00 – 10.00 WIB) dilakukan pelantikan bagi 313 Pramuka Siaga. Dan di sesi kedua, pukul 10.00 – 12.00 WIB dilanjutkan dengan pelantikan bagi 127 Pramuka Penggalang.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penandatanganan berita acara dan penyematan Tanda Pramuka Garuda (TPG). Momen emosional juga terlihat saat prosesi sungkeman, di mana para peserta meminta doa restu kepada orang tua agar gelar yang disandang membawa keberkahan dan tanggung jawab.

Sugiyarti menyebut, menjadi Pramuka Garuda bukanlah perkara mudah. Dijelaskan bahwa peserta harus melewati tahapan panjang dan verifikasi ketat.

“Untuk mencapai tingkat ini, mereka harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU) hingga tingkat tertinggi di golongannya. Siaga harus melampaui tingkat Mula, Bantu, dan Tata. Sedangkan Penggalang harus melewati Ramu, Rakit, dan Terap,” jelas Sugiyarti.

Selain kecakapan teknis, para calon juga wajib menyusun portofolio yang berisi prestasi dan hasil karya. Dokumen tersebut telah diverifikasi secara ketat oleh Kwarran dan Kwarcab pada akhir Januari lalu di SD Purworejo.

Dibandingkan tahun sebelumnya, kata Sugiyarti, jumlah Pramuka Garuda di Kwarran Purworejo tahun ini mengalami peningkatan. Jika tahun lalu berada di angka sekitar 400-an, tahun ini melonjak menjadi 440 peserta.

“Hal ini menunjukkan antusiasme sekolah-sekolah di wilayah Purworejo dalam mencetak kader-kader unggul yang berkarakter,” ungkap Sugiyarti.

Setelah menyandang predikat “Pramuka Garuda”, para anggota diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga menjadi suri teladan (role model) di lingkungannya.

Prosesi sungkeman, para peserta meminta doa restu kepada orang tua agar gelar yang disandang membawa keberkahan dan tanggung jawab – foto: Koranjuri.com

“Pramuka Garuda adalah mereka yang memiliki kemampuan dan keterampilan lebih dari umumnya. Mereka harus lebih berkarakter, terampil, dan mampu memberikan contoh baik bagi teman-teman di sekolah maupun di lingkungan rumah,” tambah Sugiyarti.

Hal senada disampaikan oleh Drs. H. Tamsir Marsudi Utomo, MM. Beliau menekankan pentingnya menjaga nama baik dan mengamalkan Satya serta Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari sebagai perwujudan individu yang berakhlak mulia.

“Pramuka Garuda merupakan tingkatan tertinggi pada setiap golongan Pramuka,” ungkap Tamsir di sela kegiatan.

Untuk mencapai tingkatan Pramuka Garuda, seorang anggota harus menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK), serta menyusun portofolio sebagai bentuk penilaian akhir.

Setelah dilantik, seorang Pramuka Garuda memiliki tanggung jawab besar yang sesuai dengan janji Pramuka Garuda, di antaranya,menjaga nama baik pribadi dan kehormatan diri, meningkatkan kemampuan secara berkelanjutan, baik di bidang intelektual, spiritual, keterampilan, maupun karakter serta menjadi suri teladan atau contoh yang baik bagi anggota Pramuka lainnya maupun teman-teman di lingkungan sekitar.

“Secara keseluruhan, pendidikan dan pelatihan kepramukaan bertujuan untuk membentuk individu yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” pungkas Tamsir.

Dalam pelantikan Pramuka Garuda yang terbagi menjadi dua sesi ini juga dihadiri jajaran Forkopimca, unsur kwarcab, Mabiran Purworejo, para Kamabigus tingkat SD, SMP, SMA/SMK, Korwilcambidik, Ketua K3S, orangtua siswa, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (Jon)