STIKes Bantul Resmi Buka Prodi S1 Keperawatan dan Profesi Ners, Siap Cetak Tenaga Medis Melek Teknologi

oleh
Foto bersama dalam kegiatan buka bersama dan tasyakuran dibukanya prodi S1 Keperawatan dan Ners STIKes Bantul - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Bantul secara resmi mengumumkan pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Keperawatan dan Pendidikan Profesi Ners.

Momentum bersejarah ini ditandai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) izin operasional dari pemerintah dan dirayakan melalui kegiatan Buka Puasa Bersama serta Tasyakuran di kampus setempat, Rabu (25/02/2026).

Hadirnya dua prodi baru ini semakin melengkapi pilihan pendidikan di STIKes Bantul yang sebelumnya telah memiliki Prodi D3 Keperawatan dan S1 Farmasi.

Acara tasyakuran yang mengusung tema “Berbagi Tanpa Bekas, Syukur Tanpa Batas” ini diinisiasi sepenuhnya oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIKes Bantul.

Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Apt. Rizka Safira, M.Farm., memberikan apresiasi tinggi atas kemandirian mahasiswa dalam menyelenggarakan acara ini.

Menurutnya, tema yang dipilih mencerminkan ketulusan dalam pengabdian dan rasa syukur mendalam atas perkembangan institusi.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter empati dan spiritual yang kuat, selaras dengan semangat Ramadan,” ujar Rizka Safira.

Pengurus Yayasan Bakti Mulia Wisesa, Ir. Atmaji, menegaskan bahwa pembukaan S1 Keperawatan dan Ners merupakan langkah strategis untuk menjawab tuntutan zaman. Ia menyoroti pentingnya SDM kesehatan yang mampu mengoperasikan teknologi medis modern.

“Dunia kesehatan saat ini sangat bergantung pada teknologi. Kita tidak hanya membekali mahasiswa dengan ilmu, tapi juga kompetensi dan keterampilan alat medis yang memadai. Yayasan berkomitmen penuh menyiapkan infrastruktur, laboratorium, hingga SDM dosen yang mumpuni,” tegas Atmaji.

Ia menambahkan bahwa status “Profesi” bagi perawat saat ini adalah keharusan, setara dengan profesi dokter maupun apoteker.

Senada dengan pihak yayasan, Ketua STIKes Bantul, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyatakan bahwa terbitnya SK ini harus menjadi suntikan semangat (spirit) bagi seluruh civitas akademika dalam menyambut Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Pihaknya , kata Nuryadin, optimis dengan strategi promosi yang ada, target capaian mahasiswa baru untuk S1 Keperawatan dan Ners dapat terpenuhi dengan baik.

“Namun, kami sadar usaha harus dibarengi doa. Tasyakuran dan mujahadah sore ini adalah bentuk kepasrahan kita kepada Yang Maha Kuasa agar langkah STIKes Bantul ke depan penuh berkah,” tutur Nuryadin.

Menurutnya, dengan resminya pembukaan S1 Keperawatan dan Ners, STIKes Bantul, masyarakat kini memiliki akses lebih luas untuk menempuh pendidikan keperawatan dari jenjang diploma hingga profesi di satu atap.

Acara yang berlangsung khidmat tersebut ditutup dengan doa bersama dan buka puasa yang dihadiri oleh jajaran dosen, staf, pengurus yayasan, serta perwakilan mahasiswa. (Jon)