Pembinaan Kesenian Tradisional di Purworejo: Puluhan Peserta Ikuti Pelatihan Tari, Karawitan, dan Sinden

oleh
Foto bersama dalam pembukaan pelatihan Tari, Karawitan dan Sinden yang diinisiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Upaya pelestarian seni tradisi di Kabupaten Purworejo terus digenjot. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan intensif yang mencakup seni tari, karawitan, hingga seni sinden guna memastikan estafet budaya kepada generasi muda tetap terjaga.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Dikbud Kabupaten Purworejo, Agung Setiyono, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar latihan biasa, melainkan langkah strategis untuk membentuk komunitas seni yang solid di wilayah tersebut.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan sekaligus regenerasi. Kita ingin kesenian karawitan, sinden, dan tari ini tidak punah dan terus berkembang di tengah masyarakat,” ujar Agung, Kamis (09/04/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 60 peserta yang fokus pada bidang tari, karawitan dan sinden, dengan komposisi 20 penari, 20 sinden dan 20 pengrawit. Menariknya, peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku seni sanggar, guru (SD, SMP, hingga SMA/SMK), serta siswa-siswi berbakat.

Untuk memastikan kualitas output, pihak dinas menghadirkan pelatih yang kompeten di bidangnya. Untuk Seni Tari, diampu oleh salah seorang seniman muda berbakat Kabupaten Purworejo, Wibi Supri Handoko, S.Sn. dengan lokasi latihan di Gedung Kesenian. Pada Seni Sinden diampu oleh Ismartoyo dan Seni Karawitan diampu oleh Bapak Suripto (Guru SMK PN-PN2 Purworejo) bertempat di SMK PN-PN2 Purworejo.

Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama 10 kali pertemuan ini diharapkan mampu mempersiapkan para peserta untuk tampil di event-event yang diselenggarakan Pemkab Purworejo seperti peringatan Hari Tari Sedunia pada 29 April mendatang.

Kegiatan ini mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif. Pembukaan acara pada Rabu (08/04/2026) di Gedung Kesenian Purworejo dihadiri langsung oleh perwakilan Komisi 4 DPRD Purworejo, Much Dahlan, S.E., dan Berliando Zulfikar, S.Psi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo Yudhie Agung Prihatno, S.S.T.P., M.M., dalam sambutannya menekankan agar seluruh peserta berkomitmen mengikuti pelatihan hingga tuntas demi hasil yang maksimal.

Pada saat pembukaan kegiatan, muncul aspirasi mengenai kondisi fasilitas pendukung Gedung Kesenian Purworejo yang dinilai memerlukan perhatian lebih, terutama terkait peralatan gamelan yang banyak mengalami kerusakan serta sistem pencahayaan (lighting) yang belum memadai.

Menanggapi hal tersebut, Much Dahlan menyatakan dukungannya, dan mendorong Pemerintah Daerah agar segera mengalokasikan anggaran pemeliharaan.

“Kami akan dorong agar fungsi Gedung Kesenian ini bisa optimal kembali, sehingga para seniman kita memiliki wadah yang representatif untuk berkarya,” tegas Dahlan.

Melalui sinergi antara pemerintah, dewan, dan pelaku seni ini Purworejo diharapkan mampu menjadi barometer pelestarian seni tradisi yang berkelanjutan di Jawa Tengah. (Jon)