Kabar Gembira! Polres Purworejo dan FK UNEJ Siap Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

oleh
Kunjungan dari Fakultas Kedokteran UNEJ di Mapolres Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Harapan baru bagi penderita bibir sumbing di wilayah Kabupaten Purworejo segera terwujud. Kepolisian Resor (Polres) Purworejo resmi menjalin kolaborasi kemanusiaan dengan Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) untuk menggelar program operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit bagi masyarakat.

Sinergi ini dikukuhkan dalam pertemuan koordinasi yang berlangsung di Mapolres Purworejo, Kamis (09/04/2026). Fokus utamanya adalah menghadirkan solusi medis bagi anak-anak dan warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat ketersediaan tenaga medis spesialis di daerah.

Kapolres Purworejo, AKBP Windy Syafutra, S.H., S.I.K., M.Med.Kom., menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

Menurutnya, operasi bibir sumbing ini akan sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga yang membutuhkan penanganan medis khusus.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari FK UNEJ. Program operasi gratis ini adalah langkah mulia yang berdampak langsung pada masa depan anak-anak kita. Polres Purworejo siap memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini terlaksana dengan lancar,” ujar AKBP Windy Syafutra.

Agar program tepat sasaran, Polres Purworejo akan bertindak sebagai jembatan koordinasi. Pihak kepolisian bakal menggandeng instansi terkait seperti Pemerintah Kabupaten Purworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo serta rumah sakit setempat di wilayah Purworejo

Langkah ini diambil guna memastikan pendataan pasien berjalan efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata hingga pelosok desa.

Selain bakti sosial, pertemuan ini juga mengungkap misi besar dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.

Humas Universitas Jember, Mohamad Isriadi, menjelaskan bahwa FK UNEJ kini tengah fokus pada program afirmasi pendidikan spesialis, khususnya di bidang Ilmu Bedah dan Anestesi.

“Kami membawa program bakti sosial ini sekaligus mengenalkan potensi FK UNEJ yang kini telah membuka pendidikan spesialis bedah. Ini adalah kontribusi nyata kami untuk menjawab keterbatasan tenaga medis spesialis di Indonesia,” ungkap Isriadi.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya berhenti pada kegiatan operasi satu kali saja, namun berlanjut pada riset dan pengembangan kompetensi medis bagi personel Polri maupun tenaga kesehatan lokal di Purworejo. (Jon)