Kelas Kewirausahaan SMK Bharasa Purworejo, Bekali Siswa Keahlian Olah Jamu Inovatif

oleh
Foto bersama dalam kegiatan Kelas Kewirausahaan SMK Bharasa Purworejo, bekerjasama dengan Jamu DEKA Magelang - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Bhakti Putra Bangsa (Bharasa) Purworejo terus berinovasi dalam menyiapkan mental dan keterampilan siswanya sebelum memasuki dunia kerja.

Melalui Kelas Kewirausahaan, sekolah ini mendatangkan praktisi industri untuk membekali siswa dengan keahlian praktis yang memiliki nilai jual tinggi.

Pada kegiatan yang berlangsung Senin (20/04/2026), SMK Bharasa menggandeng Jamu DEKA dari Magelang sebagai instruktur tamu. Sebanyak 130 siswa, yang terdiri dari 57 siswa kelas XII dan selebihnya siswa kelas X, tampak antusias mengikuti praktik pembuatan jamu tradisional dengan sentuhan modern.

Kepala SMK Bharasa Purworejo, Kusumandari, S.Pd., Gr., M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan Jamu DEKA sebagai mitra bukan tanpa alasan. Hal ini sangat sinkron dengan kompetensi keahlian Farmasi yang ada di sekolah tersebut.

“Tujuannya jelas, untuk menambah skill dan kompetensi siswa sebelum lulus. Melalui pembelajaran praktik langsung, kami ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga anak-anak tidak hanya terpaku mencari kerja, tapi mampu menciptakan peluang sendiri,” ujar Kusumandari didampingi perwakilan Humas, Maryatun, S.Pd., Selasa (21/04/2026).

Menurutnya, jamu merupakan produk tradisional khas Indonesia yang telah diakui UNESCO. Dengan menghadirkan Dwi Kuntari, owner Jamu DEKA, siswa diajarkan cara mengolah simplisia (tanaman obat) seperti asem, jahe, sereh, dan kencur menjadi minuman kesehatan yang layak jual.

Berbeda dengan teori di kelas yang biasanya hanya mengenalkan jenis tanaman obat, dalam kelas kewirausahaan ini para siswa terjun langsung mempraktikkan pembuatan dua jenis produk unggulan, Teh Rosela dan Asem, Sereh dan Jahe (Aserehe).

Siswa diajarkan detail mulai dari pemilihan bahan, takaran yang pas, hingga proses pengemasan menggunakan botol dan label yang menarik.

“Anak-anak sangat antusias. Mereka merubung (mengerumuni) pemateri untuk melihat langsung prosesnya. Harapannya, ilmu ini bisa dipraktikkan di rumah dengan inovasi nama produk yang lebih menarik bagi konsumen milenial,” tambah Ndari, panggilan akrab Kusumandari.

Kerja sama yang sudah terjalin sebanyak tiga kali ini rencananya akan ditingkatkan ke tahap yang lebih serius. Pihak sekolah tengah menyiapkan rancangan agar tahun ajaran mendatang, SMK Bharasa memiliki produk khas sebagai ikon sekolah.

Langkah ini menjadi bagian dari penguatan Teaching Factory (TEFA), khususnya untuk jurusan Farmasi. Jika jurusan Keperawatan saat ini sudah berjalan di sektor jasa (seperti cek tensi dan GDS), maka jurusan Farmasi diproyeksikan mampu menghasilkan produk riil berupa barang.

“Kami ingin ada kolaborasi antara guru produktif dan guru KWU. Targetnya, SMK Bharasa punya produk TEFA yang bisa menjadi ikon. Jadi, ketika masyarakat ingat jamu inovatif berkualitas, mereka ingat SMK Bharasa. Dan dari Jamu DEKA siap mendampingi untuk mewujudkan itu,” pungkasnya optimis. (Jon)