STIKes Pemkab Purworejo Lengkapi Lab Keperawatan Gawat Darurat dengan Hibah Kemendiktisaintek

oleh
Para dosen dan tenaga laboratorium STIKes Pemkab Purworejo saat mengikuti Workshop Simulasi Alat - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Guna mencetak tenaga kesehatan yang kompeten dan siap kerja, STIKes Pemkab Purworejo terus melakukan terobosan dalam pemenuhan sarana prasarana pendidikan.

Terbaru, institusi ini berhasil mendapatkan bantuan alat-alat laboratorium canggih dengan konsentrasi kegawatdaruratan (gadadar) bagi Prodi Keperawatan. Bantuan tersebut berasal dari Hibah Pembinaan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Kemendiktisaintek tahun 2025 senilai Rp500 juta.

Kehadiran perangkat medis modern ini menjadi langkah strategis kampus dalam memastikan mahasiswa memiliki keahlian praktis yang selaras dengan standar pelayanan di rumah sakit.

Ketua Program Studi S1 Keperawatan STIKES Pemkab Purworejo, Nova Ari Pangesti, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa alat-alat yang diterima merupakan perangkat vital dalam penanganan kegawatdaruratan.

“Beberapa alat yang kami terima antara lain Syringe Pump, Infuse Pump, EKG (alat rekam jantung), dua unit Bedside Monitor, hingga Infant Resuscitator untuk penanganan kegawatdaruratan bayi dan anak,” ujar Nova, Jumat (24/04/2026).

Menurutnya, pemanfaatan alat-alat ini dilakukan secara bertahap. Untuk mata kuliah Keperawatan Gadar dan Kritis di semester 6, alat-alat tersebut sudah mulai digunakan dalam agenda skill lab. Sementara itu, peralatan khusus keperawatan anak direncanakan akan terintegrasi penuh dalam kurikulum pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 mendatang.

Tak hanya pengadaan alat, STIKes Pemkab Purworejo juga memastikan sumber daya manusianya siap mengoperasikan teknologi tersebut. Pada Rabu (22/04/2026), pihak kampus menggelar serangkaian kegiatan pendampingan.

Pagi hari diisi dengan Workshop Penyusunan Modul dan SOP yang menghadirkan narasumber Dr. Azizah Khoiriyati, Ns., M.Kep. dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Kegiatan ini bertujuan agar setiap penggunaan alat di laboratorium memiliki standar operasional yang baku,” terang Nova.

Dilanjutkan pada sore hari, para dosen dan tenaga laboratorium mengikuti Workshop Simulasi Alat. Praktik langsung ini dipandu oleh narasumber ahli, Sri Widayati, S.Kep., Ns., M.Kep. dari RSUD Kebumen, untuk memastikan para pengajar mampu mentransfer ilmu penggunaan alat tersebut kepada mahasiswa secara akurat.

Ketua STIKes Pemkab Purworejo, Wahidin, S.Kep., Ns., M.Kep., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Menurutnya, familiarisasi alat standar rumah sakit sejak di bangku kuliah adalah kunci kesiapan kerja lulusan.

Wahidin berharap, mahasiswa tidak lagi canggung saat terjun ke dunia kerja karena sudah terbiasa menggunakan alat yang sama di kampus.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mengajukan hibah, baik untuk alat kesehatan maupun pengembangan sarana prasarana gedung guna meningkatkan kualitas institusi secara berkelanjutan,” tegas Wahidin.

Dengan tambahan fasilitas medis ini, STIKes Pemkab Purworejo semakin memantapkan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan unggulan di wilayah Jawa Tengah yang responsif terhadap perkembangan teknologi medis. (Jon)