Bebas ‘Titipan’, 89 Calon Paskibraka Purworejo 2026 Lolos Seleksi Akhir

oleh
Test kesamaptaan dalam seleksi Paskibraka Kabupaten Purworejo 2026 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Proses seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Purworejo tahun 2026 memasuki babak krusial.

Dari ratusan pendaftar, kini tersisa 89 peserta (42 putra dan 47 putri) yang akan memperebutkan 30 posisi elit sebagai pengibar bendera pada 17 Agustus mendatang.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Purworejo, Puguh Trihatmoko, S.H., M.H., menegaskan bahwa seleksi tahun ini dijalankan dengan standar profesionalisme tinggi. Ia menjamin tidak ada celah bagi praktik “titipan” dalam proses hingga penentuan hasil akhir.

Puguh menjelaskan bahwa seluruh nilai peserta, mulai dari tes kesehatan, kesamaptaan, hingga PIP (Pembinaan Ideologi Pancasila), langsung diinput ke dalam sistem aplikasi transparan milik BPIP.

“Begitu nilai wawancara dan kepribadian dimasukkan, sistem akan langsung merangking secara otomatis. Siapa yang peringkat 1 sampai 16 untuk putra, dan 1 sampai 14 untuk putri, itulah yang terpilih. Tidak ada intervensi,” tegas Puguh, Jum’at (24/06/2026).

Salah satu tahapan unik yang akan dihadapi 89 peserta pada 28-29 April mendatang adalah seleksi kepribadian. Tim seleksi tidak hanya melakukan wawancara tatap muka, tetapi juga melakukan “audit” terhadap rekam jejak media sosial para peserta.

“Kami selidiki akun medsosnya, selama ini sering membuka atau mengunggah apa. Ini penting untuk melihat integritas dan kecintaan mereka terhadap bangsa,” tambah Puguh.

Terkait kendala fisik, Pemerintah Kabupaten Purworejo mengambil kebijakan diskresi tinggi badan agar kuota tetap terpenuhi dengan kualitas terbaik.

Untuk Putri, syarat awal 165 cm, diberikan diskresi menjadi minimal 160 cm. Sedangkan untuk Putra, syarat awal 170 cm, diberikan diskresi menjadi minimal 165 cm.

Di sisi lain, Kabid Kesbangpol, Bambang Wisnu HIS, AP, menyayangkan adanya fenomena sekolah yang seolah “menyaring” terlebih dahulu siswanya sebelum mendaftar.

Pihaknya mendengar informasi, ada indikasi bahwa hanya siswa yang mengikuti organisasi sekolah tertentu (seperti PKS) yang didorong untuk ikut seleksi.

“Kami sudah sosialisasi masif ke sekolah-sekolah. Jangan batasi hak anak. Banyak anak di luar ekskul PKS atau organisasi sekolah lainnya yang sebenarnya memenuhi syarat dan punya potensi besar,” ungkap Wisnu.

Dari 30 terpilih nantinya, Purworejo akan mengirimkan satu pasang (putra-putri) terbaik untuk seleksi tingkat Provinsi Jawa Tengah, dengan target bisa menembus level Nasional.

Para peserta yang lolos nantinya akan digembleng oleh pelatih bersertifikat dari TNI, POLRI dan unsur profesional lainnya.

“Selain kebanggaan, menjadi anggota Paskibraka juga memberikan poin plus (nilai tambah) bagi mereka yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke TNI atau Polri,” ujar Wisnu. (Jon)