Ketiga, memiliki Matinul Khuluq, yakni akhlak yang sempurna. Seseorang agar mulia dan di cintai nabi, akhlaknya juga harus senantiasa mengikuti akhlak nabi yang mulia.
Keempat mujahadah, yakni selalu memiliki semangat daya juang untuk beramal Sholeh untuk meningkatan kapasitas keilmuan sehingga hidupnya semakin bermanfaat, bisa menjemput kesuksesan karena usaha keras.

“Diharapkan siswa dapat merubah cara pandang mereka, tentang kehidupan. Bahwa hidup harus dipondasi dengan keimanan yang benar. Ada perubahan signifikan dalam ibadah, anak memiliki akhlak yang baik. Agar anak menjadi generasi yang gigih dan tekun belajarnya,” ujar Ustadz Wachid, di sela kegiatan.
Supriyadi, S.Pd., selaku Ketua panitia kegiatan mengungkapkan, bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan maulid nabi tersebut agar anak-anak dalam perkembangan berikutnya memiliki akhlak yang mulia sesuai dengan visi sekolah, yakni terwujudnya insan yang beriman, terdidik, terampil dan berbudaya.
Fenomena anak-anak sekarang, cenderung menggunakan HP untuk orientasi hiburan semata dan cita-citanya kurang jelas. Dengan adanya tausiyah, diharapkan anak-anak memiliki cita-cita yang jelas, tidak hanya di dunia saja tapi sukses di dunia dan akhirat.





