Desa Wisata Penglipuran Terima Piagam Penetapan Festival Unggulan KEN 2025

oleh
Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nova Arisne menyerahkan Piagam penghargaan Karisma Event Nusantara (KEN) 2025 saat pembukaan Festival Desa Penglipuran ke-12, Kamis (10/7/2025) - foto: Ist.

KORANJURI.COM – Penglipuran Village Festival (PVF) akhirnya lolos dan berada pada deretan 110 festival unggulan di Indonesia. Piagam penghargaan diserahkan bersamaan dengan penyelenggaraan PVF ke-12 pada Kamis (10/7/2025).

Piagam penghargaan ditetapkan oleh surat keputusan Menteri Pariwisata Nomor: SK/13/HK/01.02/MP/2025 tentang penetapan 110 Karisma Event Nusantara 2025.

Sekretaris Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Nova Arisne mengatakan, kurasi yang dilakukan terhadap event unggulan daerah yang diusulkan dilakukan secara ketat.

“Kurasinya dilakukan oleh kurator independen dan profesional, yang dinilai ide-ide inovasi, analisis dampak, pemasaran hingga manajemen keuangan,” kata Nova

Selain itu, manajemen kegiatan dan manajemen risiko dari event juga masuk dalam penilaian. Semua parameter itu harus dipenuhi dan dinyatakan lolos penilaian oleh para kurator.

Dengan masuknya Penglipuran Village Festival dalam deretan event bergengsi nasional itu, Kemenpar berharap kegiatan yang ada dapat ditingkatkan.

“Sehingga event ini jadi atraksi yang ditunggu-tunggu oleh para wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran,” kata Nova.

Tahun ini, ada 7 festival unggulan di Bali yang lolos KEN 2025. Pesta Kesenian Bali (PKB) belum tergeser dari puncak sepuluh besar KEN dan berada di urutan nomer dua.

Kemudian disusul oleh Pemuteran Bay Festival, Lovina Festival, Penglipuran Village Festival, Semarapura Festival, Nusa Penida Festival dan Ubud Open Studio Festival.

Kelian Adat Desa Penglipuran I Wayan Budiarta menambahkan, Penglipuran Village Festival dirancang sejak tahun 2013. Penglipuran menerapkan sistem pariwisata berbasis masyarakat.

Dalam perkembangannya, desa wisata ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan, peluang usaha.

“Event ini punya kesetaraan dengan Festival-festival unggulan secara nasional salah satu Pesta Kesenian Bali,” jelas Wayan Budiarta.

Di tahun 2024 jumlah kunjungan ke desa terbersih di dunia versi UNESCO itu tercatat sebanyak 1.023.750 orang wisatawan domestik dan mancanegara. Rata-rata kunjungan wisatawan per hari sebanyak 2.652 orang. (Way)