KORANJURI.COM – Dewan Pendidikan Kabupaten Purworejo kini memiliki wajah baru. Pada Senin, 17 November 2025, Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, secara resmi melantik 11 anggota Dewan Pendidikan untuk masa jabatan 2025-2030.
Prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Arahiwang Kompleks Kantor Bupati ini menandai dimulainya tugas para anggota baru yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari penyelenggara pendidikan, pemerhati pendidikan, hingga perwakilan organisasi profesi dan organisasi sosial kemasyarakatan.
Berikut adalah rincian lengkap 11 anggota yang akan bertugas:
1. Wiyonoroto dari unsur penyelenggara pendidikan yang duduk sebagai Ketua I.
2. Muhammad Abdullah dari pemerhati pendidikan sebagai Ketua II.
3. Sri Anteng dari pemerhati pendidikan sebagai sekretaris I
4. Sunaryo dari organisasi profesi sebagai sekretaris II.
5. Yulis Setyo Wati dari organisasi profesi sebagai Bendahara.
6. Masrokhin dari organisasi sosial kemasyarakatan, duduk di Bidang Pelayanan dan Pengawasan I.
7. Toha Mahasin dari organisasi sosial kemasyarakatan sebagai Bidang Pelayanan dan Pengawasan II.
8. Siska Desy Fatmaryanto dari unsur pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya di Bidang Kajian I.
9. Paryono dari pemerhati Pendidikan duduk di Bidang Kajian II.
10. Zaenal Arifin dari organisasi sosial kemasyarakatan di bidang Informasi dan Humas I.
11. Fitriyani dari penyelenggara pendidikan di Bidang informasi dan Humas II.
Bupati Purworejo Yuli Hastuti dalam sambutannya berharap Dewan Pendidikan dapat mengambil peran aktif dalam mendorong inovasi, mengidentifikasi persoalan di lapangan, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memberikan rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan kebijakan pendidikan.
“Kami percaya, bahwa dengan pengalaman, integritas, dan komitmen yang dimiliki para anggota Dewan Pendidikan, ikhtiar bersama ini akan menghasilkan lompatan kemajuan yang signifikan,” kata Yuli Hastuti
Usai dilantik, Wiyonoroto menyampaikan, bahwa Dewan Pendidikan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh anak di Purworejo mendapatkan akses pendidikan yang layak.
“Yang belum terpikir itu, anak usia sekolah yang harusnya sekolah. Kalau dilihat di Purworejo itu masih banyak. Nanti akan ada kajian, kenapa masih ada anak yang tidak bersekolah. Dewan Pendidikan akan berkontribusi untuk masyarakat di Kabupaten Purworejo,” tegasnya.
Wiyonoroto juga menyampaikan terima kasih atas mandat yang diberikan. Ia berharap kepengurusan Dewan Pendidikan periode ini dapat memberi manfaat besar bagi para pendidik dan dunia pendidikan di Purworejo.
“Mandat ini kami terima dengan penuh syukur. Semoga amanah ini bermanfaat bagi pendidik dan pendidikan di Purworejo,” ujarnya.
Ia menilai persoalan pendidikan sangat unik dan kompleks. Namun demikian, semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua, Ramah Berakhlak” harus menjadi fondasi kerja seluruh pemangku kepentingan.
Menurut Wiyonoroto, Pemkab Purworejo sejauh ini telah berupaya maksimal dalam meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik. Ia optimistis di bawah kepemimpinan Bupati Yuli Hastuti, sektor pendidikan akan semakin baik.
“Pemkab sudah berupaya semaksimal mungkin. Ada informasi kekurangan guru dan sebagainya, tapi Insya Allah dengan kepemimpinan Bu Yuli akan lebih lagi pendidikannya,” katanya. (Jon)





