KORANJURI.COM – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SMK Pancasila 1 (Pansa) Kutoarjo di Purworejo. Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.500 paket takjil disebar di tiga titik strategis wilayah Kabupaten Purworejo selama tiga hari berturut-turut.
Namun, ada yang berbeda dari aksi sosial tahun ini. Jika biasanya kegiatan sekolah dikomandoi oleh guru, kali ini para siswa yang justru “menagih” janji kepada pembinanya untuk segera turun ke jalan.
Koordinator kegiatan sekaligus Pembina, Teguh Marwady, S.Kel, M.Pd, mengungkapkan rasa bangganya terhadap antusiasme para siswa. Kegiatan ini digerakkan oleh gabungan tiga organisasi sekolah yang disebut TOS (Tiga Organisasi Siswa), yang terdiri dari OSIS, Pramuka, dan PMR.
“Kebetulan tahun ini malah inisiatif anak-anak sendiri. Mereka tanya, ‘Pak, kapan kita jalankan kegiatan TOS?’. Padahal kami pembina belum ancang-ancang, tapi mereka sudah semangat ingin berbagi,” ujar Teguh saat ditemui di sela kegiatan, Rabu (11/03/2026) sore.
Aksi bagi-bagi takjil ini dilakukan secara maraton di lokasi yang berbeda setiap harinya untuk menjangkau masyarakat lebih luas.
Di hari pertama, Senin (09/03/2026), bagi-bagi Takjil bertempat di depan Polsek Kemiri (area Alun-alun Kemiri), dilanjutkan di hari kedua Selasa (10/03/2026) di depan SD Bayan dan di hari ketiga, Rabu (11/03/2026), di pertigaan Masjid Wirun, Kutoarjo.
Paket yang dibagikan pun cukup lengkap untuk membatalkan puasa, mulai dari air mineral, susu, roti, hingga jajanan asin. Sumber dananya berasal dari iuran sukarela bapak/ibu guru serta anggota organisasi siswa yang terlibat.
Teguh menyebut, pemilihan lokasi di luar wilayah Kutoarjo, seperti Bayan, Wirun, dan Kemiri, bukan tanpa alasan. Selain berburu keberkahan Ramadan, kegiatan ini menjadi strategi “Siar Promosi” SMK Pansa Kutoarjo untuk menyambut Penerimaan Siswa Baru (PSB).
“Kami ingin menunjukkan bahwa SMK Pansa Kutoarjo tetap eksis dan peduli. Kami bergerak ke wilayah utara dan kecamatan tetangga agar masyarakat semakin kenal dengan sekolah kami melalui aksi nyata yang bermanfaat,” tambah pria bergelar Magister Pendidikan tersebut.
Melalui kegiatan rutin tahunan ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
“Tujuannya membangun kedisiplinan anak-anak untuk saling berbagi dan mendorong budaya sedekah. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi sekolah dan memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan yang sedang berpuasa,” tutup Teguh. (Jon)





