Gandeng Wali Murid, SMPN 23 Purworejo Bentengi Siswa dari Pengaruh Negatif Kenakalan Remaja

oleh
Kegiatan sosialisasi dari Dinkesda, Satresnarkoba dan Dinkominfostasandi di SMPN 23 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMPN 23 Purworejo sukses menggelar kegiatan pelaporan hasil belajar sekaligus sosialisasi terpadu selama tiga hari, dari Selasa (06/10/2026) hingga Kamis (08/10/2026), yang melibatkan peran aktif para orang tua dan wali murid secara langsung bersama anak-anak mereka.

Program yang bertepatan dengan pembagian Hasil Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) ini menghadirkan berbagai instansi penting untuk membentengi masa depan siswa dari berbagai dampak negatif perkembangan zaman.

Kepala SMPN 23 Purworejo, Murniasih, S.Pd., M.M.Pd., menjelaskan bahwa pelibatan orang tua secara langsung di sekolah sangat krusial agar sinergi pengawasan antara pihak sekolah dan rumah berjalan optimal.

“Tujuannya agar orang tua bisa mengetahui capaian hasil belajar anaknya secara langsung, sekaligus melakukan kontrol dan pembinaan bersama-sama karena duduk berdampingan dengan anak,” ujar Murniasih, Kamis (08/10/2026).

Menurutnya, rangkaian kegiatan ini dimulai pada hari Selasa (06/10/2026), untuk siswa kelas 7 dengan menghadirkan Dinas Kominfostasandi Kabupaten Purworejo dengan fokus materi bijak menggunakan gawai atau gadget/ handphone.

Disampaikan oleh Murniasih, latar belakang kegiatan ini karena anak-anak kini banyak menghabiskan waktu di media sosial (seperti Instagram, WhatsApp, X, dan Facebook) serta rentan bergabung dengan grup yang tidak relevan dengan dunia pendidikan.

“Melalui pembekalan ini, sekolah berharap siswa semakin cerdas dan bijak memfilter informasi positif untuk mendukung pembelajaran, seperti mengerjakan soal ASTS, mempelajari materi, maupun mengakses soal TKA,” ujar Murniasih.

Selanjutnya pada hari Rabu (07/10/2026), giliran siswa kelas 8 yang mendapatkan sosialisasi khusus mengenai bahaya narkoba dari Satresnarkoba Polres Purworejo.

“Di usia remaja yang sedang mencari jati diri, ancaman kenakalan remaja mulai dari merokok hingga penyalahgunaan zat terlarang menjadi perhatian serius,” ungkap Murniasih.

Pihak kepolisian memaparkan bahwa narkoba tidak hanya berbentuk sabu, melainkan juga mencakup zat berbahaya seperti pada lem yang dihirup serta pil sapi yang kerap disalahgunakan di berbagai tempat keramaian.

Langkah preventif ini diambil mengingat sekolah kerap mendapati siswa yang mengantuk di kelas akibat pengaruh buruk pergaulan luar.

Adapun pada hari Kamis (20/10/2026), terang Murniasih, kegiatan dikhususkan bagi siswa kelas 9 bersama Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Purworejo dengan memberikan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan dini permasalahan remaja.

Mengingat siswa kelas 9 telah menerima materi pelajaran IPA tentang reproduksi, edukasi pencegahan dini ini diberikan agar anak mendapatkan pemahaman sex education yang benar demi menghindari kasus kehamilan usia dini yang kerap ditemukan di berbagai daerah.

“Melalui terobosan program kolaboratif ini, kami berharap seluruh siswa SMPN 23 Purworejo mampu membedakan hal yang benar dan salah, serta menyadari bahwa handphone maupun pergaulan remaja akan berdampak positif apabila diarahkan dengan bijak,” pungkas Murniasih. (Jon)