KORANJURI.COM – Setelah merampungkan masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama empat bulan sejak awal Juni lalu, sebanyak 140 siswa kelas XII SMK Nurussalaf Kemiri, Purworejo, kembali mendapat pembinaan ketat.
Sekolah menggelar kegiatan pembinaan karakter dan pembekalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Rabu (07/10/2026).
Kegiatan yang berpusat di lingkungan sekolah dan Lapangan Kemiri ini diikuti siswa dari tiga kompetensi keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Sepeda Motor (TSM), dan Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Kepala SMK Nurussalaf Kemiri, Drs. MGS Sukusyanto, M.M., menyebut, agenda ini dirancang terpadu guna mengembalikan kedisiplinan taruna-taruni sekaligus mematangkan persiapan akademik menyongsong pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2 hingga 5 November 2026 mendatang.
“Rangkaian acara diawali dengan pembiasaan kedisiplinan dan pembinaan karakter bersama Koramil Kemiri di Lapangan Kemiri, yang diikuti semua siswa dari kelas X, XI dan XII,” jelas Sukusyanto di sela kegiatan.
Sementara siswa kelas X dan XI tetap melanjutkan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa, khusus siswa kelas XII melanjutkan kegiatan dengan kegiatan pembiasaan religius berupa tahlil dan penguatan akhlak di aula gedung PGRI Kemiri.
Sukusyanto menjelaskan bahwa pembinaan ini sangat krusial mengingat siswa kerap mengalami sedikit pergeseran perilaku dan kedisiplinan setelah berbulan-bulan berada di dunia industri.
“Jadi perlu penekanan kembali tentang kedisiplinan,” ujar Sukusyanto.
Ia juga menambahkan bahwa TKA merupakan instrumen penting bagi lulusan yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja, sehingga pihaknya menargetkan perbaikan hasil yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Senada dengan hal tersebut, Waka Kesiswaan Nunita Isa Usbaya, S.Pd., menuturkan bahwa pembekalan lebih awal diberikan agar siswa siap secara fisik, mental, maupun materi.
“Tujuan dari pembekalan ini, memotivasi mereka untuk kembali disiplin dalam belajar, kemudian mengontrol mereka kembali karena setelah 4 bulan di luar biasanya kan jadi mereka tidak disiplin,” ungkap Nunita.
Pelaksanaan TKA tahun ini, terang Nunita, akan mengujikan lima mata pelajaran selama empat hari, yang mencakup Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, PKN, serta satu mapel pilihan.
Usai pembiasaan religius, pembekalan dilanjutkan oleh kepala sekolah dan Waka Kesiswaan. Agenda dilanjutkan dengan pembekalan teknis TKA oleh Ahmad Saefudin, S.Pd., serta pemadatan materi kejuruan terarah dari masing-masing Ketua Program Studi (Kaprodi), yaitu Robi Suhendra, S.Pd. (TSM), Alwi Al Faruq, S.Kom. (TKJ), dan Samsul Fuad, S.T. (TKR).
Dengan persiapan matang, pemadatan materi intensif, serta penanaman kedisiplinan yang konsisten, pihak sekolah optimis para siswa SMK Nurussalaf Kemiri mampu menghadapi TKA dengan hasil yang jauh lebih memuaskan.(Jon)





