KORANJURI.COM – SMPN 5 Purworejo mencatat sejarah gemilang di Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Kabupaten 2024 yang diadakan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo dan SMPN 2 Purworejo pada hari Sabtu (14/09/2024).
Pada ajang ini, Alifian Putra Muchtari, siswa kelas 8 SMPN 5 Purworejo berhasil meraih juara 1 dalam kategori ndhagel ijen putra. Dengan prestasi ini, Alifian berhak mewakili Kabupaten Purworejo ke tingkat provinsi yang akan dilaksanakan di Jepara pada tanggal 15-17 Oktober 2024.
Bagi Alifian, capaian ini sangat membanggakan bagi dirinya dan sekolah. Keberhasilannya tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Jawa, tetapi juga mencerminkan semangatnya untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal.
“Saya sangat senang dan bangga bisa meraih juara. Sungguh tak disangka saya bisa meraih juara 1 pada cabang lomba ndhagel ijen putra. Ini kesempatan besar bagi saya untuk terus belajar dan berkembang,” ungkap Alifian, Senin (14/10/2024).
Tidak ketinggalan, Raden Rara Lulu Luthfia, siswi kelas 7 SMPN 5 Purworejo, juga meraih juara 3 dalam kategori ndhagel ijen putri. Prestasi ini menunjukkan bahwa siswa SMPN 5 Purworejo memiliki banyak talenta yang siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Lulu mengungkapkan rasa syukurnya dan berharap dapat berlatih lebih giat lagi agar bisa meraih prestasi yang lebih baik di kesempatan mendatang.
Baik Alifian maupun Lulu, telah mencuri perhatian para dewan juri dan mendapatkan banyak tawa dari penonton.
Tidak hanya pada cabang lomba ndhagel ijen, Yasmin Humaira Nartafidalova siswi kelas 8 SMPN 5 Purworejo juga berhasil meraih juara 2 dalam cabang lomba nulis cerkak putri.
Dengan tulisannya yang penuh makna, penulisan ejaan Bahasa Jawa yang tepat dan tak lupa pemilihan kosakata yang sesuai, Yasmin berhasil menarik perhatian para juri.
Kemenangan Yasmin mencerminkan kreativitas dan kemampuan bercerita dalam bahasa Jawa, yang sangat penting untuk melestarikan budaya dikalangan generasi muda.
“Alhamdulillah. Dengan kemenangan ini, saya akan terus berkarya untuk mengasah kemampuan menulis,” ujar Yasmin mengungkapkan rasa syukurnya.
Keberhasilan SMPN 5 Purworejo di FTBI kali ini, menurut Kepala SMPN 5 Purworejo, Drs. Wahyudi Waluyojati, M.M.Pd., menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga unggul dalam pelestarian bahasa dan budaya daerah.
“Kami berkomitmen untuk mendorong siswa-siswi kami guna melestarikan warisan dan bahasa kita. Kemenangan ini adalah hasil kerja keras dan dukungan dari semua pihak. Kami juga bersyukur dan merasa bangga atas prestasi yang telah diraih mereka,” ujar Wahyudi bangga.
Dengan prestasi yang diraih, kata Wahyudi, SMPN 5 Purworejo menunjukkan bahwa mereka siap untuk melangkah lebih jauh, mengukir prestasi baru di tingkat provinsi dan seterusnya.
“Semoga keberhasilan ini bisa menjadi inspirasi bagi seluruh siswa dan sekolah lain untuk terus berkarya dan berprestasi di bidang budaya dan bahasa. Selamat kepada para pemenang atas prestasi gemilang ini. Semoga semakin banyak keberhasilan yang diraih dimasa depan,” kata Wahyudi.
Disampaikan, bahwa FTBI tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa-siswi SMP di Kabupaten Purworejo, akan tetapi juga sebagai wujud pelestarian bahasa dan budaya daerah.
FTBI merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah. Banyak cabang lomba yang diselenggarakan dalam FTBI, meliputi lomba maca geguritan, ndhagel ijen, nulis lan maca Aksara Jawa, sesorah, nulis cerkak, ndongeng, nembang macapat.
(Jon)





