KORANJURI.COM – Unit Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 Provinsi Jawa Tengah dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan program Padat Karya Tunai (PKT) di sepanjang ruas jalan nasional dari batas DIY hingga batas Banyumas yang menjadi wilayahnya.
Program ini menjadi andalan untuk menjaga estetika jalan sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Program yang telah berjalan sejak 2020 ini, menurut Tri Santoko, Pengamat Jalan dan Jembatan dari PPK 2.5, memiliki dua tujuan utama yang saling mendukung.
“Tujuan Program Padat Karya ini, untuk menciptakan lapangan kerja serta mengurangi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat. Intinya untuk membantu perekonomian rakyat,” jelasnya, Jum’at (03/10/2025).
Berbeda dengan proyek besar yang membutuhkan keahlian khusus, kegiatan program Padat Karya di PPK 2.5 fokus pada pekerjaan yang bersifat sederhana dan non-skill. Hal ini memastikan warga setempat, khususnya yang berada di 97 desa sepanjang 87,6 km area kerja PPK 2.5, dapat terlibat sebagai pelaku pembangunan.
Tri Santoko menyebut, jenis pekerjaan yang rutin dilakukan dalam Program Padat Karya ini pembersihan drainase, pemotongan rumput, pembersihan jembatan, pengecatan jembatan, pengecatan patok pengarah dan pengecatan kerb.
“Selain Padat Karya, untuk memelihara jalan agar selalu dalam kondisi baik dari PPK 2.5 juga ada kegiatan rutin dengan patching atau penambalan lubang kecil,” terang Tri Santoko.
Saat ini, program Padat Karya melibatkan total 140 orang pekerja yang terbagi menjadi 13 kelompok dan bekerja di wilayah Kebumen dan Purworejo. Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya 120 orang, menunjukkan komitmen program yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar menciptakan lapangan kerja, kata Tri Santoko, program Padat Karya ini juga berfungsi sebagai langkah antisipasi mencegah kerusakan jalan. Menurutnya, bahwa kondisi bahu jalan yang terawat merupakan indikator penting kesehatan jalan secara keseluruhan.
“Harapannya estetika jalan tetap terjaga serta menjaga bahu jalan tetap baik,” tutup Tri Santoko, sambil menambahkan, jika bahu jalan terawat, kondisi jalan utama juga cenderung lebih baik. (Jon)





