KORANJURI.COM – SMK Muhammadiyah Purwodadi Purworejo (Esemkapurwa) menggelar Pelatihan Management dan Pemasaran Teaching Factory (TeFa) bersama SMK jejaring, yakni, SMK ii Kutoarjo, SMK Patriot Pituruh, SMK PMB Kutoarjo dan SMK HKTI Kutoarjo.
Berlangsung Minggu (20/10/2024), pelatihan menghadirkan narasumber Untung Supriadi, M.Pd., salah satu tim penyusun kurikulum SMK Kemendikbud yang saat ini menjadi kepala SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Magelang.
Dalam materinya, Untung menyampaikan bahwa tujuan SMK adalah menyiapkan peserta didik agar menjalani kehidupan secara layak. Juga meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta menyiapkan peserta didik agar menjadi warga negara yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai dengan bidang masing-masing.
“Jadi tidak salah jika siswa diajari bisnis atau kewirausahaan sejak dini,” ujar Untung di hadapan peserta pelatihan.
Untuk tempat pembelajaran, kata Untung, bisa dimana saja, tidak harus melulu di dalam kelas atau bengkel. Sesekali harus keluar sekolah untuk negosiasi dengan masyarakat, mencari orderan agar Teaching Factory memiliki omzet yang bagus.
Dengan seperti itu, menurut Untung, anak sudah otomatis belajar Bahasa Indonesia dengan baik, belajar bahasa Jawa dengan baik dan belajar menjadi Marketing. Karena pekerjaan yang tersedia tidak selalu sesuai dengan konsentrasi keahlian yang digeluti, maka Teaching Factory wajib menjadi metode pembelajaran di SMK.
“Teaching Factory yang dikelola dengan baik, bisa menopang keuangan sekolah swasta. Jika jumlah siswanya sedikit, maka Teaching Factory wajib besar. SMK swasta lebih flexibel dalam mengelola sekolah, yang penting tidak keluar dari tujuan utama SMK,” terang Untung.
Dia juga berpesan, bahwa SMK swasta jangan mengikuti ritme sekolah negeri karena kondisinya berbeda. SMK swasta harus lebih kreatif dalam layanan dan programnya. Hidup matinya sekolah swasta sangat tergantung dengan jumlah siswa/ jamaah.
“Maka jangan sampai lengah dalam PPDB. Selain tugas utama mendidik siswa, tugas tambahan mencari siswa menjadi hal yang sangat urgent,” pesan Untung dalam sesi materinya.
Atas pelaksanaan Pelatihan Management dan Pemasaran TeFa ini, Sumarjo, S.Fil.I., M.Pd., selaku Kepala SMK Muhammadiyah merasa sangat senang, karena dapat menambah wawasan bagi sekolah kedepannya, juga bagi SMK jejaring.
“Bahkan beberapa peserta minta agar Pak Untung bersedia memberikan materi ke sekolah jejaring untuk memberikan pendampingan dan pencerahan kepada semua guru di sekolahnya,” pungkas Sumarjo. (Jon)





