Perkuat Akidah dan Ekonomi, BAZNAS Purworejo Bantu Puluhan Pelaku Usaha Mualaf

oleh
Penyerahan simbolis tambahan bantuan modal dari BAZNAS Purworejo kepada pelaku usaha mualaf - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Purworejo kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan umat.

Kali ini, sebanyak 20 pelaku usaha UMKM dari kalangan mualaf mendapatkan suntikan modal usaha tahap kedua guna memastikan kemandirian ekonomi sekaligus penguatan iman.

Hal itu dikemas dalam kegiatan ‘Pemberdayaan UMKM Mualaf Melalui Ekonomi Kreatif’, Selasa (23/12/2025) di gedung PLUT Dinas KUKMP, bekerjasama dengan MUI.

Ketua Rumah Mualaf MUI yang juga Wakil Ketua BAZNAS Purworejo, H. Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I., menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk evaluasi berkelanjutan. Dari 30 mualaf yang dibantu pada tahap awal, terpilih 20 orang yang dinilai berhasil menjalankan usahanya dengan baik.

“Bantuan kedua ini ujudnya uang tunai masing-masing sebesar Rp1,5 juta sebagai pemupukan modal. Indikator keberhasilan mereka adalah usahanya tetap jalan dan mereka memiliki kesadaran untuk berinfak kembali ke BAZNAS,” ujar Sartu di sela kegiatan.

Program ini, kata Sartu, tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga pembekalan komprehensif yang menghadirkan tiga narasumber dengan tiga materi.

Materi Penguatan Akidah, disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS sekaligus Ketua MUI Purworejo, K.H. Achmad Hamid, S.Pd.I.

Dia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (hablum minallah) melalui salat lima waktu sebagai kunci ketenangan batin.

K.H. Achmad Hamid menegaskan bahwa seorang mualaf harus merasakan kesejukan dalam berislam.

“Motivasi ini penting agar iman mereka mantap dan tidak goyah. Jika mereka dekat dengan Tuhan dan mau bersyukur, niscaya rezekinya akan ditambah,” tutur K.H. Achmad Hamid dalam paparannya.

Sartu menambahkan, terkait dengan Menajemen Bisnis, berupa pendampingan teknis dari Dinas Koperasi melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang disampaikan oleh Hadi Sukoco, agar peserta tidak hanya mampu berproduksi tetapi juga piawai dalam pemasaran.

Juga praktik baik sebagai inspirasi dengan menghadirkan Khoiruddin, seorang mualaf sukses asal Baledono yang berhasil membangun toko kelontong dari nol untuk memberikan motivasi nyata.

Sartu menyebut, bantuan ini diharapkan menjadi jaring pengaman agar para mualaf di Purworejo tidak mengalami penurunan taraf hidup setelah berpindah keyakinan.

Sebaliknya, dengan pendampingan dari penyuluh agama selama satu tahun ke depan, para mualaf diharapkan mampu menjadi pengusaha yang mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat.

“Harapannya, bantuan ini bisa mengurangi angka kemiskinan. Jangan sampai setelah jadi mualaf malah semakin miskin, justru usahanya harus semakin maju,” pungkas H. Sartu Ali Muhsin.

Pada kegiatan ini, juga hadir Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Purworejo Ir. Hadi Pranoto. Pada akhir kegiatan secara simbolis Ir Hadi Pranoto bersama K.H. Achmad Hamid, S.Pd.I., dan H. Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I.,menyerahkan bantuan tambahan modal usaha bagi pelaku usaha mualaf. (Jon)