Perkuat Sinergi Organisasi, PC Muslimat NU Purworejo Gelar Pertemuan Dua Bulanan di Kemiri

oleh
Pelaksanaan pertemuan rutin dua bulanan PC Muslimat NU Purworejo di Kemiri, Minggu (18/01/2026) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Purworejo kembali menggelar pertemuan rutin dua bulanan sebagai ajang konsolidasi dan penguatan organisasi.

Kali ini, pertemuan bertempat di rumah Joglo milik H. Shohibul Untung, anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PKB, di Desa Kemiri Kidul, Kecamatan Kemiri, Minggu (18/01/2026).

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan pengurus dari tingkat kabupaten hingga desa ini menjadi momentum penting pasca pelaksanaan Kongres Muslimat NU di Surabaya beberapa waktu lalu. Selain sebagai sarana silaturahmi, acara ini difokuskan pada evaluasi program kerja serta persiapan konferensi di berbagai tingkatan.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Purworejo, Nyai Hj. Maslichati Madchan Anies, menjelaskan bahwa pertemuan ini memiliki mekanisme kehadiran yang terstruktur untuk memastikan koordinasi berjalan efektif.

“Kegiatan hari ini adalah rutin dua bulanan. Ketentuannya, PAC yang menjadi tuan rumah wajib menghadirkan seluruh rantingnya dengan delegasi 2 hingga 5 orang per ranting. Selain itu, pengurus harian dari seluruh PAC se-Kabupaten Purworejo juga wajib hadir,” ujar Nyai Hj. Maslichati, di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa agenda utama pertemuan adalah evaluasi kegiatan dua bulan ke belakang serta perencanaan dua bulan ke depan.

“Paling pokok adalah mempersatukan kita mulai dari Ranting, PAC, hingga PC agar bisa bekerja sama dengan baik. Apalagi setelah Kongres Surabaya, fokus kita adalah penguatan organisasi melalui evaluasi lima tahunan yang disebut Konferensi,” imbuhnya.

Pertemuan yang berlangsung khidmat ini diisi dengan tahlil, sholawatan, pembacaan Al-Qur’an, serta pengajian yang disampaikan oleh penasihat Muslimat NU, Ibu Nyai Daud Mashuri.

Menutup keterangannya, Nyai Hj. Maslichati menitipkan pesan menyentuh bagi seluruh kader Muslimat. Ia menekankan pentingnya peran perempuan sebagai pendidik utama dalam keluarga.

“Harapannya, kita sebagai perempuan dan ibu bisa menjadi ibu yang sholihah dan pendidik yang baik. Perempuan itu harus kuat. Muslimat boleh tua secara angka, tapi semangat kegiatan harus tetap diutamakan,” katanya.

Lokasi acara, yakni rumah Joglo dan Aula Tahfidzul Quran milik H. Shohibul Untung, memang sering menjadi pusat kegiatan organisasi kemasyarakatan. Shohibul Untung, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPC PKB Purworejo dan pengurus Lembaga Perekonomian NU (LPNU), menegaskan komitmennya untuk mendukung kegiatan keagamaan dan budaya.

“Kami menyediakan tempat ini untuk segala organisasi, selama kegiatannya positif. Khusus untuk NU dan Banomnya, kami persilakan sebagai bentuk khidmah saya kepada organisasi,” kata Shohibul Untung.

Ia juga menceritakan bahwa di lokasi tersebut terdapat Aula Tahfidzul Quran yang telah berdiri selama 15 tahun sebagai wadah bagi para hafizah (penghafal Al-Qur’an) untuk menjaga hafalannya melalui kegiatan simakan rutin.(Jon)