KORANJURI.COM – Suasana Ramadhan di SMPN 35 Purworejo tahun ini tampak jauh berbeda dan lebih hidup dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan kegiatan Pesantren Ramadan.
Sekolah yang biasanya tenang dengan penyampaian materi klasikal di dalam kelas, kini berubah menjadi ajang kreativitas dan penguatan karakter bagi seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9.
Kegiatan Pesantren Ramadhan ini berlangsung selama empat hari, dimulai sejak Rabu (11/03/2026) hingga puncaknya pada Sabtu (14/03/2026).
Ketua Panitia Pesantren Ramadan, Ibnu Rifa’i, S.Pd., mengungkapkan bahwa tahun ini pihak sekolah sengaja melakukan terobosan. Jika tahun lalu kegiatan hanya diisi materi di dalam kelas yang cenderung monoton, tahun ini SMPN 35 Purworejo memadukan materi agama dengan berbagai kompetisi menarik.
“Antusiasme anak-anak sangat luar biasa. Suasananya lebih hidup karena tidak monoton. Kami mengadakan lomba Gema Selawat, kaligrafi, fashion show busana muslim, hingga apresiasi cerita pendek Islam dalam bentuk video,” ujar Ibnu Rifa’i saat diwawancarai, Kamis (12/03/2026).
Jadwal kegiatan pun disusun secara rapi. Pada Rabu (11/03/2026), fokus pada pendalaman materi SKI (Sejarah Kebudayaan Islam), Fikih, dan Akidah Akhlak.
Pada Kamis (12/03/2026), pembiasaan Asmaul Husna, pengumpulan zakat fitrah kelas 7, dan dimulainya rangkaian lomba.
Pada Jumat (13/03/2026), melanjutkan lomba parade busana muslim dan pengumpulan zakat fitrah kelas 8.
“Di hari Sabtu (14/03/2026), pentasyarufan (penyaluran) zakat fitrah kepada siswa yang berhak, masyarakat sekitar, hingga Yayasan Nurul Wahid dan Panti Plandi, serta final lomba sholawat khusus kelas 9,” jelas Ibnu.
Tak hanya soal lomba, sisi akademis tetap menjadi prioritas namun dengan kemasan modern. Kepala SMPN 35 Purworejo, Budi Hartono, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa guru-guru kini telah memanfaatkan teknologi IT secara maksimal dalam menyampaikan materi agama.
“Kami menggunakan IFP (Interactive Flat Panel) atau layar datar sentuh dalam pembelajaran. Ini adalah bagian dari program pemerintah yang kami integrasikan agar anak-anak lebih sadar, senang, dan materi yang disampaikan menjadi lebih bermakna dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Budi Hartono.
Menurutnya, latar belakang utama kegiatan ini adalah pembentukan karakter. Di tengah kesibukan sekolah, Pesantren Ramadan menjadi oase edukatif untuk memperkuat akhlak dan ibadah siswa.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membentuk anak-anak menjadi pribadi yang memiliki akhlakul karimah, menjadi anak saleh dan salehah yang berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi nusa dan bangsa,” tambahnya.
Melalui perpaduan antara materi keagamaan, kompetisi kreatif, dan sentuhan teknologi, SMPN 35 Purworejo berhasil membuktikan bahwa belajar agama di sekolah bisa menjadi momen yang paling dinantikan oleh para siswa. (Jon)





