Di hari pertama pada sesi satu, menurut Dwi Jatmoko, materi workshop berisi penjelasan tentang Roadmap Penelitian dan Pengabdian Program Studi serta dosen prodi. Dalam hal ini pihaknya mengirim dokumen prodi mengenai Penelitian dan Pengabdian yang nantinya didiskusikan dengan Prof Muji Setyo.
“Sesi kedua, tentang Roadmap Penelitian dan Pengabdian dosen berdasarkan payungnya tadi. Akan dibrackdown ke penelitian-penelitian dosen yang nantinya harus linier dengan payung Prodi. Jika sudah linier dengan prodi, bidang keahlian itu akan menentukan riset yang akan dilakukan dan mata kuliah yang akan diampu,” terang Dwi Jatmoko.
Misal, sebut Dwi Jatmoko, Dr Suyitno itu bidang keahliannya pembelajaran kejuruan. Sehingga nanti jurnal maupun mata kuliah dan pengabdian disesuaikan dengan bidang keilmuannya itu.
Workshop di hari kedua, Rabu (10/01/2024), ujar Dwi Jatmoko, koordinasi tentang pelaksanaan kolaborasi Bima, yakni suatu sistem untuk kompetisi mendapatkan hibah riset maupun pengabdian. Dilanjutkan dengan koordinasi program kerja prodi.
Harapannya dari Prodi, menurut Dwi Jatmoko, dokumen Roadmap Penelitian dan Pengabdian ini bisa diberikan masukan sehingga arah penelitian dan pengabdian prodi itu nantinya sebagai acuan untuk pembuatan program kerja.
Dosen juga akan mendapatkan arahan atau diskusi bersama terkait bidang keilmuan yang nantinya akan didapatkan. Dari Roadmap ini akan tahu bahwa dosen ini akan berada pada bidang keilmuan apa.
“Dan dari itu nantinya peta jalannya bisa terarah, entah itu mata kuliah, jurnal ataupun pengabdiannya,” pungkas Dwi Jatmoko. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS





