SMPN 13 Purworejo Tampil Penuh Semangat dan Kreativitas pada Karnaval Kemerdekaan

oleh
Kontingen Karnaval Kemerdekaan SMPN 13 Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kontingen SMPN 13 Purworejo, menjadi salah satu peserta yang menyita perhatian publik pada Karnaval Kemerdekaan tingkat Kecamatan Kutoarjo, yang digelar Rabu (27/08/2025).

Tampil sedikit berbeda dengan peserta lainnya, barisan paling depan tampak kepala sekolah Achmad Yulianto, S.Pd., memakai kostum P.Diponegoro sebagai pemimpin, didampingi 2 pengawalnya sebagai tim narasi.

Di barisan belakangnya juga tampil marching band Gita Suara Spenggalas serta 5 maskot yang merupakan ikon Purworejo dan ikon SMPN 13 Purworejo sebagai Sekolah Adiwiyata.

Siswa berpakaian adat Jawa , Sulawesi, Kalimantan, Papua dan NTB serta pakaian profesi, juga ada dalam barisan. Hasil kreatifitas siswa dengan baju kreasinya serta tampilan kesenian atau tradisi seperti gedruk, ndolalak maupun kuda lumping, menambah kelengkapan penampilan grup karnaval SMPN 13 Purworejo.

Barisan makin meriah dengan penampilan flashmob kolaborasi antara guru, parenting dan siswa, yang selalu beraksi selama perjalanan karnaval dengan menempuh rute sepanjang kurang lebih 3 km ini. Performance tari ndolalak dengan kreasi baru yang diaransemen sendiri, menjadikan kontingen karnaval SMPN 13 Purworejo makin jadi sorotan.

Yoga Adi Setiawan, S.Pd., panitia karnaval SMPN 13 Purworejo menjelaskan, tema dalam karnaval ini ‘Melangkah Bersama Menjadi Cahaya Bangsa’, yang memiliki makna tersendiri.

“Meski SMPN 13 Purworejo termasuk berada di pinggiran perkotaan, di karnaval ini mencoba menampilkan sesuatu yang bisa memberikan suasana yang berbeda dari lainnya, supaya terlihat ‘bercahaya’,” ujar Yoga di sela kegiatan.

Dengan memakai kostum P.Diponegoro yang tampil sebagai pemimpin, Achmad Yulianto selaku kepala sekolah berharap, semoga bisa menggugah masyarakat luas dengan mengambil semangat juang para pahlawan.

“Sebagai generasi penerus bangsa harus meneruskan perjuangan mereka dengan mengisi kemerdekaan,” ujar Yulianto menimpali.

Berpenampilan ala P. Diponegoro, sebut Yulianto, juga memiliki makna, bahwa Pahlawan dari Goa Selarong ini juga dikenal karena upayanya dalam membangun kesadaran dan pendidikan masyarakat.

“Kita bisa mencontoh semangatnya dengan mempromosikan pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang isu-isu penting, seperti lingkungan, kesehatan, dan hak asasi manusia,” pungkas Yulianto. (Jon)