Program Jawara Beton Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Produktif

oleh
Ist

KORANJURI.COM – Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sudjonggo mengatakan, peran antara petugas pemasyarakatan dan Pembimbing Kemasyarakatan diharapkan tetap berlanjut hingga tahap pasca pemidanaan.

Hal itu ia sampaikan saat kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Tangerang, Rabu, 7 Januari 2026. Kunjungan dilakukan untuk penguatan program pembinaan kemandirian.

Khususnya, pada program Pembinaan Jawara Beton. Program itu bagian dari upaya menyiapkan Warga Binaan yang produktif, mandiri, dan siap menjalani proses reintegrasi sosial.

“Pembinaan yang dilaksanakan di dalam Lapas harus terintegrasi dengan Pembimbing Kemasyarakatan. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki bekal keterampilan dan kesiapan mental yang nyata ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Sudjonggo.

Kepala Lapas Kelas I Tangerang Beni Hidayat mengatakan, program tersebut dilaksanakan secara terstruktur dan berorientasi pada pembinaan berkelanjutan.

Pihaknya mendorong, program Jawara Beton sebagai wadah pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan.

Tapi pembentukan sikap kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Diharapkan, Warga Binaan memiliki bekal yang cukup dan mampu beradaptasi serta mandiri setelah kembali ke masyarakat.

Kepala Keamanan dan Ketertiban Lapas Kelas I Tangerang Tri Mulyono mengatakan, keberhasilan program pembinaan tidak terlepas dari dukungan keamanan dan ketertiban yang kondusif.

Menurutnya, stabilitas kamtib merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pembinaan di Lapas.

Keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik menjadi prasyarat utama agar seluruh program pembinaan dapat berjalan optimal.

“Kami berkomitmen untuk memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan kondusif. Sehingga pembinaan kemandirian dapat berlangsung secara berkelanjutan,” kata Tri Mulyono. (Thalib)