Rayakan HUT Ke-58, BPJS Kesehatan Gelar Senam Massal Prolanis di Karanganyar Kebumen

oleh
Kegiatan "Semarak Gerak Sehat Prolanis" pada Jum'at (10/07/2026) yang diinisiasi BPJS Kesehatan Kebumen dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke-58 - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menandai perjalanan panjangnya yang ke-58 tahun BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Kebumen menggelar aksi nyata dalam memperkuat kesehatan masyarakat.

Berkolaborasi dengan Puskesmas Karanganyar, digelar kegiatan “Semarak Gerak Sehat Prolanis” pada Jum’at (10/07/2026).

Aksi ini merupakan bagian dari gerakan serentak di seluruh kantor cabang BPJS Kesehatan se-Indonesia. Fokus utamanya memperkuat upaya promotif dan preventif bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya para penyandang penyakit kronis.

Suasana Puskesmas Karanganyar tampak berbeda dan penuh energi sejak pagi hari. Kurang lebih 100 peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), termasuk kelompok Prolanis Muda, berkumpul dengan antusias.

Rangkaian kegiatan dikemas secara interaktif dan bermanfaat, meliputi Gerak Sehat Peserta Prolanis 335 (GSP 335), edukasi Kesehatan Klub Prolanis, serta pemeriksaan kesehatan oleh tim medis Puskesmas Karanganyar.

Kepala Puskesmas Karanganyar, Usodo, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini. Ia menyebut Prolanis bukan sekadar tempat cek kesehatan berkala, melainkan wadah silaturahmi yang erat.

“Kami berharap BPJS Kesehatan semakin maju, berkembang, dan tetap menjadi andalan masyarakat dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi warga Kecamatan Karanganyar dan Kabupaten Kebumen,” ujar Usodo.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen Dina Diana Permata mengilas balik transformasi besar instansi ini. Berawal dari era PT Askes yang dulu hanya melayani PNS, TNI/Polri, dan pensiunan, kini BPJS Kesehatan telah berevolusi menjadi pelindung kesehatan bagi hampir seluruh rakyat Indonesia dari berbagai segmen kepesertaan.

Dalam momen spesial ini, ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan (sustainabilitas) pembiayaan JKN.

“Kegiatan Prolanis diselenggarakan agar kondisi kesehatan peserta JKN yang menderita penyakit kronis tetap terkontrol sehingga kualitas hidup mereka dapat terus terjaga,” ungkap Dina.

Manfaat nyata ini diamini oleh Sustianto (55), salah satu peserta Prolanis. Ia mengaku selalu mendapatkan pelayanan prima tanpa kendala selama menggunakan kartu JKN. Bagi Sustianto, acara ini tidak hanya menyehatkan fisik, tetapi juga menghadirkan kebersamaan yang hangat.

Melalui ‘Semarak Gerak Sehat Prolanis’, BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyandang penyakit kronis agar tetap aktif, rutin berobat, dan menerapkan pola hidup sehat.

Langkah preventif yang konsisten ini diharapkan mampu menekan risiko komplikasi di masa depan dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. (Jon)