Siswa Baru SMK YPP Purworejo Komitmen Anti Bullying dan Bijak dalam Bermedsos

oleh
Siswa baru SMK YPP Purworejo Komitmen Anti Bullying dan Bijak dalam Bermedsos - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 424 siswa baru kelas X SMK YPP Purworejo peserta MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) tahun pelajaran 2025/2026, berkomitmen untuk Anti Bullying dan Bijak dalam bermedia sosial (medsos).

Komitmen itu disampaikan dalam pengucapan ikrar, setelah mereka mendapatkan materi tentang pencegahan, penanganan tentang Perundungan atau Bullying serta Bijak dalam Bermedsos, Kamis (17/07/2025), dari LPKA Klas 1 Kutoarjo.

Dalam materinya, Kepala LPKA Klas 1 Kutoarjo Ahmad Fauzi, Bc.IP., S.Sos., M.H., yang diwakili Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak, Dedy Winarto, S.Pt., M.Si., mengulas edukasi tentang jenis-jenis bullying, dampak bagi pelaku dan korban, bagaimana mengontrol emosi, mengembangkan empati, toleransi, kesadaran hukum, mencari jati diri/identitas diri, mengenali perubahan fisiologis dan sosiologis untuk pengakuan diri remaja, motivasi diri dan keluarga, upaya menjauhi kenakalan remaja serta gambaran bagaimana kehidupan Anak Binaan di LPKA Kutoarjo yang dicabut hak kemerdekaannya.

Menurut Dedy, pencegahan adalah upaya terbaik dalam memutus mata rantai bullying. Pelajar harus berani menjadi pelopor dan pelapor bullying. Keduanya memiliki peran penting dalam upaya mencegah dan mengatasi tindakan bullying di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Pelopor berarti menjadi agen perubahan yang aktif menyebarkan pesan positif dan mengajak orang lain untuk menghindari perilaku.

Terakhir, Dedy menyebutkan untuk mengantisipasi adanya praktik-praktik bullying perlu diperkuat dengan adanya Satuan Tugas (Satgas) Anti-Bullying di setiap sekolah.

“Siswa juga harus bijak dalam bermedsos, karena jejak digital negatif membayangi masa depan,” pesan Deddy.

Ketua Panitia MPLS Abdul Karim, S.Pd., menambahkan, bahwa materi tentang Anti Bullying dan Bijak dalam Bermedsos, merupakan salah satu point penting yang disampaikan dalam MPLS di SMK YPP Purworejo.

“Karena sekarang arah pendidikan itu ramah dan menyenangkan. Anak dari awal diperkenalkan dengan bullying supaya hal itu bisa dihindarkan, yang endingnya anak-anak bisa mengikuti pembelajaran di sekolah dengan aman, nyaman dan menyenangkan,” ungkap Abdul Karim.

Disampaikan, MPLS berlangsung selama 5 hari mulai Senin (14/07/2025) hingga Jum’at (18/07/2025). Para peserta siswa baru berasal dari 4 konsentrasi keahlian, yakni Teknik Konstruksi dan Perumahan, Teknik Ketenagalistrikan, Teknik Mesin dan Teknik Otomotif.

Materi-materi yang disampaikan selama MPLS, dengan narasumber dari internal dan eksternal. Dari eksternal, terkait narkoba dan judi online dengan narasumber dari Polres Purworejo. Narasumber eksternal lainnya dari DUDI (dunia usaha dunia industri) serta dari LPKA Klas 1 Kutoarjo tentang bullying dan bijak dalam bermedsos.

“Dari internal, materi yang disampaikan kaitannya dengan kurikulum, pengenalan profil lulusan, pengenalan budaya sekolah dan budaya industri, tata tertib sekolah, pengenalan fasilitas sekolah,” ujar Abdul Karim, didampingi Waka Humas Adi Suryabrata, S.Pd.

Sebelum pemberian materi MPLS, kata Abdul Karim, setiap pagi kegiatan diawali dengan berdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars YPP, Mars Purworejo dan pembacaan Asmaul Husna.

“Kegiatan dihari terakhir diisi dengan jalan sehat, senam Indonesia Sehat, bakti masyarakat dan diakhiri dengan upacara penutupan,” jelas Abdul Karim, yang berharap siswa kelas X bisa segera membaur dan beradaptasi dengan SMK YPP Purworejo.

Adi Suryabrata menambahkan, terkait materi Anti Bullying, memang SMK YPP Purworejo sudah komitmen di awal yang ditandai dengan penandatanganan deklarasi Anti Bullying, bahwa secara tidak langsung seluruh civitas akademika dari SMK YPP Purworejo harus mengikuti peraturan sekolah.

“Harapan kami anak-anak ini bisa menularkan kepada teman-temannya, terutama di masyarakat, dari materi apa yang disampaikan narasumber (eksternal) khususnya,” pungkas Adi. (Jon)