KORANJURI.COM – SMK Kesehatan Purworejo sukses menyelenggarakan Uji Sertifikasi Kompetensi (USK) bagi siswa kelas XII jurusan Keperawatan dan Farmasi. Dari. 124 peserta yang mengikuti USK ini dinyatakan lulus 100 persen.
Agenda tahunan yang berlangsung selama empat hari, mulai Selasa (03/02/2026) hingga Jumat (06/02/2026) ini, menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Asnakes Indonesia untuk memastikan lulusannya memiliki kompetensi standar nasional dan internasional.
Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menyatakan bahwa pelaksanaan USK tahun ini menggunakan skema P3 (LSP Pihak Ketiga). Hal ini bertujuan untuk menjamin objektivitas dan kualitas lulusan.
Asesor atau pengujinya, kata Nuryadin, berasal dari luar sekolah, bukan dari internal (P1). Pihaknya ingin memastikan anak-anak lulus dengan kompetensi standar BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
“Sertifikat yang mereka dapatkan nantinya berlogo Garuda dan menggunakan dua bahasa, Indonesia dan Inggris, sehingga diakui di level ASEAN seperti Singapura dan Malaysia,” ujar Nuryadin, Jum’at (06/02/2026).
Keberhasilan pelaksanaan USK dengan hasil yang sangat memuaskan ini menurut Nuryadin, menjadi bukti kualitas pembelajaran di SMK Kesehatan Purworejo. Dengan sertifikasi resmi dari BNSP, para lulusan diharapkan tidak ada yang menganggur.
“Moto kami adalah siap kerja, siap kuliah, atau kerja sambil kuliah. Mereka bisa bekerja di apotek atau rumah sakit dengan kompetensi yang tidak diragukan lagi,” terang Nuryadin.
Ketua Jurusan Keperawatan, Anik Siswanti, S.Kep., menjelaskan bahwa sebanyak 68 siswa mengikuti ujian ini. Selama empat hari, para siswa menghadapi tantangan berat berupa ujian tulis dan praktik.
Uji tulis, mencakup 18 unit kompetensi pada hari pertama. Uji praktik, terbagi menjadi dua kategori utama, yakni Tindakan Perawatan Dasar 1 (TPD 1) dengan durasi 60 menit dan Tindakan Perawatan Dasar 2 (TPD 2) dengan durasi 45 menit.
Setiap hari dibagi menjadi 3 sesi, di mana satu asesor maksimal menguji 4 peserta per sesi untuk menjaga kualitas penilaian.
“Kami sangat optimis 100% kompeten. Persiapan sudah dilakukan sejak Desember hingga Januari melalui simulasi intensif selama empat minggu,” tambah Anik.
Senada dengan jurusan keperawatan, jurusan Farmasi yang diwakili oleh Indah Widiarti, Amd., Far., melaporkan sebanyak 56 asesi (peserta ujian) mengikuti USK dengan penuh antusias. Materi yang diujikan mencakup 20 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
“Persiapannya panjang, mulai dari drill materi di bulan Desember hingga penguatan di bulan Januari. Harapannya, kualitas lulusan terus meningkat sehingga mereka bisa langsung terserap di dunia kerja atau melanjutkan pendidikan,” ungkap Indah. (Jon)





