SMK Nurussalaf Kemiri Siapkan Lulusan Berkarakter Lewat Kurikulum Baru dan Sinergi DUDI

oleh
Foto bersama dalam pembukaan IHT di SMK Nurussalaf Kemiri - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, SMK Nurussalaf Kemiri di Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan In-House Training (IHT) selama dua hari, mulai Selasa (23/06/2026) hingga Rabu (24/06/2026).

Kegiatan tahunan ini dirancang untuk mendongkrak kompetensi guru sekaligus menyelaraskan pembelajaran sekolah dengan kebutuhan nyata Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Dibuka langsung oleh Kepala SMK Nurussalaf Kemiri, Drs. MGS. Sukusyanto, M.M., workshop ini mengusung tema besar, “Optimalisasi Perangkat Deep Learning Menuju Lulusan yang Berkarakter dan Berkompeten”. Sebanyak 46 guru ambil bagian dalam kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dalam penyusunan perangkat ajar yang berpusat pada murid.

Waka Kurikulum SMK Nurussalaf Kemiri, Ahmad Saifuddin, S.Pd., menjelaskan bahwa agenda hari pertama difokuskan pada sinkronisasi kurikulum dengan mendatangkan mitra DUDI dari seluruh kompetensi keahlian yang ada di sekolah.

“Kita mendatangkan DUDI dari semua jurusan agar terjadi penyelarasan pembelajaran. Biar apa yang diajarkan di sekolah benar-benar selaras dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Ahmad Saifuddin saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (24/06/2026).

Adapun mitra industri yang dihadirkan meliputi Bengkel Tunas Jaya (Jurusan Teknik Kendaraan Ringan/TKR), Yamaha Deta Motor (Jurusan Teknik Sepeda Motor/TSM), Media Teknik Teknologi / Mediatech (Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan/TKJ) dan Hotel KHAS Malioboro (Jurusan Perhotelan).

Hadir sebagai pemateri di hari pertama, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Jawa Tengah, Drs. H. Achmad Chamdani, M.Pd., yang mengupas tuntas sinkronisasi kurikulum, serta Bani Mustofa, S.Pd., M.Pd., yang memaparkan kebijakan kurikulum terbaru.

Sementara itu pada hari kedua, Rabu (24/06/2026), giliran Sehat Kandiawan, S.Pd., M.Pd., hadir sebagai narasumber untuk membedah teknis penyusunan perangkat ajar, mulai dari Capaian Pembelajaran (CP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), hingga modul ajar.

Sehat mengungkapkan, ada sejumlah regulasi dan gebrakan baru yang diterapkan pada pengembangan kurikulum tahun ajaran 2026/2027 berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Salah satu fokus utamanya adalah amanat untuk menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning).

“Konsekuensinya ada sedikit perubahan dalam pengorganisasian pembelajaran. Seperti berubahnya P5 menjadi projek kokurikuler yang dirasa lebih fleksibel menyesuaikan potensi sekolah. Selain itu, ada hal baru berupa insersi kurikulum yang meliputi perekonomian syariah, pendidikan koperasi, serta Cinta Bangga Paham terhadap Rupiah,” jelas Sehat.

Menutup pemaparannya, Sehat menekankan pentingnya target jangka pendek pasca-IHT ini. Seluruh perangkat kurikulum baru milik SMK Nurussalaf Kemiri ditargetkan harus sudah mengantongi pengesahan resmi paling lambat tanggal 6 Juli 2026.

“Harapan utamanya, tentu guru-guru bisa langsung mengaplikasikan ilmu ini dalam pembelajaran, sehingga prinsip memuliakan murid berdasarkan potensi masing-masing sekolah dapat benar-benar terpenuhi,” pungkasnya. (Jon)