KORANJURI.COM – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (Prodi PBJS) , Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) memperkuat jejaring kerja sama internasional dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pahang, Malaysia, melalui kegiatan International Guest Lecture.
Kegiatan ini berlangsung pada 28 Mei 2025 di Ruang Rapat Utama, Gedung Rektorat UMPWR, sekaligus menjadi bagian dari upaya kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi akademik, pertukaran pengetahuan, dan penguatan pelestarian bahasa serta budaya daerah.
Dalam kegiatan tersebut, UMPWR menyambut delegasi UiTM Cawangan Pahang yang diwakili oleh Dr. Neni Kartini Che Mohd Ramli. Agenda kegiatan mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dan dilanjutkan dengan penandatanganan Implementation Agreement (IA) oleh Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Dr. Aris Aryanto, M.Pd., bersama pihak delegasi UiTM.
Penandatanganan IA ini menjadi langkah penting untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret, khususnya dalam kegiatan pendidikan, kuliah tamu internasional, pertukaran wawasan akademik, serta pengembangan kajian bahasa dan budaya.
Melalui sesi International Guest Lecture, Dr. Neni Kartini Che Mohd Ramli berbagi wawasan mengenai pentingnya bahasa daerah dan budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kearifan lokal, sejarah, tradisi, dan cara pandang masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Mahasiswa diajak memahami bahwa pelestarian bahasa dan budaya tidak cukup dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu didukung oleh kreativitas, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Dalam pemaparannya, narasumber juga memberikan motivasi bahwa bahasa lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sumber peluang dan nilai ekonomi. Kekayaan bahasa dan budaya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti industri kreatif, penerjemahan, penulisan konten digital, pariwisata budaya, penyelenggaraan acara tradisional, serta pengembangan produk berbasis kearifan lokal.
Perspektif ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa PBSJ bahwa kompetensi bahasa dan sastra Jawa memiliki relevansi yang luas di dunia kerja. Dengan kreativitas dan inovasi, lulusan tidak hanya dapat berkarier sebagai pendidik, tetapi juga berpeluang mengembangkan usaha dan profesi yang berkaitan dengan bahasa, sastra, budaya, dan ekonomi kreatif.
Kaprodi PBSJ UMPWR Dr. Aris Aryanto, M.Pd., menyambut baik kerja sama tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas wawasan internasional mahasiswa dan dosen sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di program studi.
Melalui kolaborasi dengan UiTM Malaysia, PBSJ UMPWR diharapkan dapat mengembangkan kegiatan akademik yang berkelanjutan, termasuk kuliah tamu, penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan inovasi pembelajaran bahasa serta sastra daerah.
Kerja sama ini juga menjadi pengingat bahwa bahasa dan budaya lokal memiliki posisi penting di tengah perkembangan global. Dengan tetap menjaga identitas budaya, mahasiswa diharapkan mampu berpikir terbuka, berdaya saing, dan memanfaatkan potensi bahasa daerah sebagai kekuatan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kerja sama ini, seluruh sivitas akademika PBSJ UMPWR diajak untuk terus berperan aktif dalam melestarikan, mengembangkan, dan memperkenalkan bahasa serta budaya daerah kepada masyarakat luas.
Mari jadikan bahasa Jawa bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga sumber inspirasi, kreativitas, dan peluang di era digital. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, bahasa dan budaya lokal diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional serta mampu memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan generasi mendatang. (Jon)





