Seru! 72 Mobil Tua Serbu Basement MORAZEN Yogyakarta untuk Carmeet Underground

oleh
Serunya Carmeet Underground Motuba di MORAZEN Yogyakarta - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Pemandangan tak biasa terlihat di area basement Hotel MORAZEN Yogyakarta pada Sabtu (24/10/2026). Area parkir bawah tanah yang biasanya tenang mendadak disulap menjadi arena carmeet underground tempat berkumpulnya puluhan mobil tua bangkai, atau yang akrab disapa Motuba.

Kolaborasi apik antara MORAZEN Yogyakarta dan komunitas WestBound ini sukses menyedot perhatian pecinta otomotif. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 72 mobil tua dari berbagai komunitas otomotif lintas wilayah mendedikasikan akhir pekan mereka di venue unik ini.

Berbagai mobil klasik legendaris tampil memikat di bawah temaram lampu basement. Deretan sedan retro seperti Toyota, Mercedes-Benz, hingga BMW parkir sejajar dengan mobil nostalgia Volkswagen (VW). Kehadiran ikon otomotif seperti VW Beetle (VW Kodok) yang legendaris hingga VW Safari menjadi magnet utama yang menyedot perhatian para pengunjung.

Atmosfer underground makin hidup melalui sesi carwalk, di mana para pemilik kendaraan memamerkan detail keindahan mobil kesayangan mereka di hadapan antusias otomotif. Tak sekadar pamer mobil klasik, deretan lagu yang diracik dalam DJ session turut membakar semangat hiburan sepanjang acara.

Dua sosok penggerak komunitas Motuba wilayah Wates, Kulon Progo, hingga Yogyakarta, Iqbal dan Toni dari Westbound, menjadi motor penting di balik suksesnya acara ini. Kolaborasi ini tak hanya mempertemukan belasan klub, tetapi juga memperluas ruang interaksi dan silaturahmi antar penggemar mobil tua di Jogja dan sekitarnya.

Langkah berani memanfaatkan lokasi hotel sebagai arena carmeet berkonsep underground ini menjadi terobosan baru bagi industri jasa akomodasi di Yogyakarta.

Ayu Kartini, Assistant Marketing Communications Manager MORAZEN Yogyakarta, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk keterbukaan hotel terhadap aktivitas komunitas.

“Hotel juga bisa menjadi tempat komunitas bertemu dan melakukan sesuatu yang mereka sukai. Lewat carmeet ini, kami ingin membuka kesempatan bagi komunitas Motuba untuk berkegiatan dengan konsep yang berbeda. Ke depannya, kami ingin MORAZEN menjadi tempat yang terbuka bagi berbagai komunitas untuk bertemu, dan berkolaborasi,” ungkap Ayu Kartini.

Melalui kegiatan ini, MORAZEN Yogyakarta makin mempertegas posisinya bukan sekadar tempat menginap, melainkan ruang kreatif dan titik temu terbuka bagi berbagai komunitas lokal maupun regional untuk terus berkarya dan berkolaborasi di masa depan. (Jon)