KORANJURI.COM – Proyek preservasi jalan nasional lintas selatan yang membentang dari batas Banyumas-Kebumen hingga Purworejo–Karangnongko terus dikebut.
Mengusung skema kontrak tahun jamak (multiyears) 2025–2027 senilai Rp158 miliar, proyek strategis nasional ini digarap oleh PT Karya Adi Kencana di bawah pengawasan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah (PPK 2.5).
Penanganan infrastruktur ini dilakukan secara masif dan terbagi ke dalam 11 segmen pengerjaan yang mencakup wilayah Kabupaten Kebumen dan Purworejo.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Jateng, Suwarno, S.T., yang didampingi Pengamat Jalan dan Jembatan Tri Santoko menjelaskan, pengerjaan di lapangan dibagi secara proporsional menggunakan kombinasi struktur rigid (beton) dan aspal fleksibel guna menjamin daya tahan jalan.
Suwarno menjelaskan, di wilayah Kabupaten Purworejo, terdapat 6 segmen pengerjaan yang meliputi Segmen 1 di Krendetan, Segmen 2: Pendowo, Segmen 3 di Cengkawak-Popongan, Segmen 4 di Don Bosco sampai depan RSUD Cokronegoro, Segmen 5 di tikungan Pakis sepanjang 300 meter serta Segmen 6 di Bayan dari jembatan Kali Dulang sampai pertigaan Besole.
Disampaikan, dari keenam segmen tersebut, tiga segmen yakni segmen 3, 4, dan 5 telah rampung 100%. Sementara itu, pekerjaan utama di Segmen 1 (Krendetan) dengan menggunakan beton rigid telah selesai, dan menyisakan tahap finishing pada bahu jalan.
“Minggu depan jalan Krendetan di segmen 1 ini sudah mulai dibuka,” jelas Suwarno, Kamis (29/10/2026).
Adapun sisa segmen di Purworejo yang belum dikerjakan (yakni segmen 2 dan 6 dengan panjang sekitar 1 kilometer lebih) diperkirakan akan mulai dikerjakan pada awal tahun 2027.
“Sebagian besar ruas di Purworejo menggunakan struktur beton rigid, kecuali segmen 4 dan 5 di jalur lingkar selatan yang menggunakan aspal,” ungkap Suwarno.
Tri Santoko menambahkan, pengerjaan di wilayah Kabupaten Kebumen yang mencakup 5 segmen dilaporkan telah rampung secara keseluruhan, menyisakan perapian, pengaspalan akses masuk, serta penyelesaian oprit-an ujung rigid.
Rincian segmen di Kebumen meliputi Segmen 7 di Prembun (timur Pasar Prembun hingga perbatasan Purworejo), Segmen 8 dari Sruweng sampai Candisari, Segmen 9 di daerah Wero sampai Jembatan Gombong, Segmen 10 dari Jembatan Gombong sampai Jembatan Jatinegara (Selokerto) serta Segmen 11 di Purbowangi (Jembatan Jatinegara sampai Jembatan Kebebekan).
“Seluruh segmen di Kebumen menggunakan konstruksi beton rigid. Pengerjaan terakhir di Segmen 9 juga dipastikan tuntas dalam minggu ini,” terang Tri Santoko.
Proyek multi years ini dijadwalkan selesai sepenuhnya pada Mei 2027 mendatang. Sisa kontrak hingga batas akhir tersebut akan dioptimalkan untuk penambahan akses, perapian saluran bahu jalan, serta penyelesaian sisa segmen di Purworejo.
Dengan penggunaan konstruksi beton rigid yang diklaim jauh lebih tahan terhadap beban berat dan memperpanjang umur layanan jalan, pihak pengawas optimis dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.
“Harapannya menambah kelancaran arus lalu lintas. Dan segmen-segmen yang perlu penanganan di wilayah Purworejo kan semakin sedikit, sehingga penanganan rutin selanjutnya bisa lebih cepat tertangani karena kondisi jalan yang kurang baik semakin pendek,” pungkas Tri Santoko, menegaskan ketahanan struktur beton rigid terhadap beban berat. (Jon)





