KORANJURI.COM – Jumlah lulusan SMP/MTs yang mendaftar di SMK Kesehatan Purworejo pada SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tahun pelajaran 2025/2026 hingga saat ini sudah mencapai 190 siswa.
Hasil ini menandakan adanya peningkatan yang cukup signifikan. Jumlah ini juga sudah hampir memenuhi kuota, dari target telah ditentukan untuk siswa baru, karena yang dibutuhkan hanya 6 atau 7 kelas.
Karena itu, Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menghimbau kepada anak-anak lulusan SMP/MTs di Purworejo yang ingin melanjutkan sekolahnya di SMK Kesehatan Purworejo untuk segara mendaftar karena masih ada waktu dan kuota yang tersisa.
“Karena kalau kuota sudah terpenuhi, kita akan tutup pendaftaran. Saat ini kuota tinggal 20-30 persen saja, jadi tinggal beberapa hari lagi,” ujar Nuryadin, Jum’at (20/06/2025), di sela pembagian raport siswa kelas X dan XI.
Disampaikan pula, selama dua hari dari Kamis (19/06/2025) hingga Jum’at (20/06/2025) dilakukan pembagian raport untuk siswa kelas X dan XI. Semua siswa dari jurusan Keperawatan dan Farmasi dinyatakan naik kelas.
Pembagian raport ini menurut Nuryadin, merupakan bagian dari pertanggungjawaban sekolah kepada orangtua siswa atas capaian anaknya selama satu tahun.
“Diucapkan selamat kepada siswa yang telah naik kelas ini. Bagi siswa yang telah naik ke kelas XII diminta untuk betul-betul difokuskan belajar. Karena di kelas XII waktunya sudah untuk persiapan kelulusan dan ujian kompetensi,” pesan Nuryadin.
Sementara bagi yang naik kelas XI, kata Nuryadin, manfaatkan kesempatan ini secara mendalam, sehingga nanti ketika di kelas XII sudah siap dengan persiapan kelulusan.
Pada kesempatan tersebut Nuryadin mengucapkan terimakasih kepada orangtua dan wali siswa yang sudah bersama-sama telah menyiapkan putra putrinya sehingga bisa naik ke kelas XI dan XII.
“Untuk civitas akademika SMK Kesehatan Purworejo juga diucapkan terima kasih karena telah menjalankan tugas, peran dan tanggungjawabnya dengan baik. Kedepan kita tingkatkan lagi dengan lebih serius, lebih kreatif dan lebih inovatif karena tantangan kedepan semakin berat,” ujar Nuryadin, didampingi Fauziah Rahmawati, M.Pd., guru BK SMK Kesehatan Purworejo.
Fauziah menambahkan, untuk lulusan SMK Kesehatan Purworejo tahun pelajaran 2024/2025 yang sudah kuliah dan bekerja mencapai 75 persen, dengan rincian 25 persennya sudah bekerja dan 50 persennya sudah kuliah di tempat masing-masing serta ada yang kuliah sambil bekerja.
“20 siswa diterima di berbagai perguruan tinggi dan Poltekkes, serta sisanya di swasta,” terang Fauziah.
Dibanding tahun lalu menurut Fauziah, ada peningkatan. Jumlah ini kemungkinan masih akan bertambah karena masih ada beberapa siswa yang melanjutkan melalui jalur mandiri, dan saat ini masih menunggu pengumuman.
“Harapannya siswa yang sudah bekerja bisa menjalankan amanah dengan baik ditempat kerja masing-masing, yang kuliah sukses studinya dan bisa lulus tepat waktu, serta yang kuliah sambil kerja, kuliahnya bisa lancar dan kerjanya bisa amanah,” pungkas Fauziah. (Jon)
Ket photo:
Siswa SMK Kesehatan Purworejo tengah melakukan pelajaran praktek





