KORANJURI.COM – Siap dilaunching pada Minggu (24/08/2025) oleh Wabup, SMK Kesehatan Purworejo telah menyulap kebun bambu menjadi pasar kreatif bernama Pasar Tiban Pring Koplak.
Menempati lahan kurang lebih satu hektar, pasar tiban Pring Koplak akan hadir dan digadang-gadang sebagai destinasi healing baru di Purworejo, dengan tidak meninggalkan nuansa aslinya.
Pasar Tiban yang rencananya akan buka setiap hari Minggu ini menjual makanan dan minuman khas tradisional yang ramah lingkungan, dengan puluhan stand yang ada. Selain itu, sistem pembayaran juga akan dilakukan dengan cara unik atau tradisional.
“Ini adalah salah satu upaya untuk mengembangkan ekonomi kreatif warga sekitar dan menjadi tujuan healing masyarakat yang mencari tempat unik,” jelas Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., Selasa (12/08/2025).
Adanya Pasar Tiban Pring Koplak ini, menurut Nuryadin, merupakan kolaborasi antara SMK Kesehatan Purworejo dengan warga Kampung Pangen Koplak di Kelurahan Pangenjurutengah. Diharapkan ada peningkatan ekonomi yang siginifikan bagi warga sekitar sekolah ini.
Pada Pasar Tiban Pring Koplak ini, disediakan panggung khusus untuk pentas seni dan budaya. Ini akan menjadi kesempatan bagi siswa SMK Kesehatan Purworejo dan warga untuk mengasah kreativitas mereka pada bidang seni dan budaya selama aktivitas pasar berlangsung.
“Kedepan kita akan melibatkan sekolah lainnya, dari TK hingga perguruan tinggi yang ada di Kecamatan Purworejo untuk mengisi acara di panggung tersebut,” kata Nuryadin.
Sebelum dijadikan Pasar Tiban Pring Koplak, pada lokasi yang berada di depan sekolah ini sehari-hari dijadikan kantin sekolah dan tempat untuk kegiatan ekstrakulikuler siswa.
Diambilnya nama Pring Koplak, menurut Nuryadin, dengan mengoptimalkan potensi sekitar sekolah serta memanfaatkan kebun bambu yang disulap menjadi sebuah tempat yang representatif untuk kumpul-kumpul, tongkrong dan sebagai sentra kuliner, dengan tidak menghilangkan kondisi aslinya dengan konsep Pasar Tiban.
SMK Kesehatan Purworejo sangat bersemangat dalam mewujudkan program ini, karena memang kata Nuryadin , pihaknya ingin yang sukses tidak hanya sekolah tapi juga warga sekitar. Nuryadin juga mempersilahkan warga untuk menggunakan fasilitas yang ada di sekolah.
“Jadi keberadaan sekolah harus bermanfaat bagi masyarakat. Ini bagian dari pengabdian pengabdian sekolah kepada masyarakat,” pungkas Nuryadin, yang berharap program Pasar Tiban ini bisa didukung seluruh masyarakat dan pemerintah. (Jon)





