KORANJURI.COM – SMK Pancasila 1 Kutoarjo (Pansa) sukses menutup rangkaian Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Tahun 2026 dengan aksi seru dan menantang.
Setelah menempuh perjalanan panjang, sebanyak 120 peserta mengakhiri kegiatan dengan simulasi kepemimpinan melalui outdoor games di Wahana Outbound Kalimosodo, Desa Semawung, Purworejo, Minggu (11/01/2026).
Kegiatan hari kedua ini menjadi puncak sekaligus momentum relaksasi bagi para siswa setelah menjalani agenda padat sejak Sabtu lalu. Tidak sekadar bermain, setiap game yang disajikan di Wahana Kalimosodo dirancang khusus untuk mengasah mental dan kerja sama tim.
Berbagai tantangan mulai dari personal challenge, social challenge, hingga dynamic challenge harus dilalui peserta. Fokus utama dari sesi ini adalah mempererat kekompakan antar organisasi sekolah, mulai dari OSIS, Pramuka (Dewan Ambalan), PMR, hingga Paskibra.
“Tujuannya adalah menyatukan visi dan misi. Kami ingin mereka akrab, kompak, dan memiliki rasa kebersamaan yang kuat antar organisasi di lingkungan SMK Pansa,” ujar Ketua Panitia, Ngasimin, S.Pd., di sela kegiatan.
Sebelum mencapai lokasi outbound, para peserta telah lebih dulu diuji fisiknya melalui rute longmarch sejauh kurang lebih 16 kilometer. Perjalanan yang memakan waktu sekitar 3 jam 39 menit ini dimulai dari kampus SMK Pansa menuju Semawung, melewati tempat-tempat seperti Jembatan Kali Jali, Bayan, Kwarcab, hingga Bendungan Pangenrejo.
Ngasimin menjelaskan bahwa rute ini adalah simulasi nyata bagi seorang pemimpin. Bahwa seorang pemimpin harus mampu bertahan dan tetap fokus pada tujuan meski dalam keadaan lelah.
“Sebelum kegiatan outbound, para peserta dibekali materi tentang manajemen keorganisasian, penanaman rasa gotong royong, serta penguatan aspek keagamaan,” terang Ngasimin.
Kegiatan LDK 2026 yang berlangsung selama dua hari (10-11 Januari) ini ditutup secara resmi oleh Waka Kesiswaan SMK Pansa Kutoarjo, Sutarna, S.Pd. Dia menekankan bahwa LDK adalah wadah transformasi siswa menjadi sosok yang berintegritas.
“LDK ini bukan hanya rutinitas, melainkan kawah candradimuka untuk melatih tanggung jawab, kebersamaan, dan rasa cinta tanah air. Kami berharap para peserta dapat menjadi teladan bagi siswa lainnya,” pesan Sutarna. (Jon)





