KORANJURI.COM – Dalam rangka Milad ke-12, SMK Kesehatan Purworejo menggelar Lomba PMR Madya tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Purworejo. Antusiasme peserta tahun ini pun melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Sabtu (11/04/2026), suasana sekolah nampak riuh dengan kehadiran perwakilan dari belasan sekolah. Agenda Technical Meeting (TM) yang digelar hari ini menjadi gerbang awal sebelum kompetisi sesungguhnya dilaksanakan pada Sabtu depan, 18 April 2026.
Ketua Panitia Pelaksana, Anik Siswanti, S.Kep., mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat kenaikan jumlah peserta yang cukup signifikan. Jika tahun lalu diikuti oleh 16 sekolah, kini sebanyak 18 SMP/MTs negeri maupun swasta telah memastikan diri untuk berkompetisi.
“Total ada sekitar 216 peserta. Setiap regu terdiri dari 12 orang. Ini membuktikan adanya peningkatan semangat dari anak-anak SMP, apalagi banyak sekolah yang baru saja melakukan reorganisasi, sehingga mereka sangat haus akan pengalaman dan kompetisi,” ujar Anik.
Kompetisi yang akan berlangsung satu hari penuh ini (pukul 07.30 hingga 15.00 WIB) akan menguji ketangkasan dan pengetahuan siswa dalam tiga kategori utama, Speed Evacuation (ketangkasan pertolongan pertama pada korban bencana atau kecelakaan, PRS (Palang Merah Sebaya) serta materi Kepalangmerahan.
Anik menekankan bahwa technical meeting hari ini sangat krusial untuk menyamakan persepsi mengenai kriteria penilaian dan mekanisme lomba agar sportivitas tetap terjaga.
Senada dengan hal tersebut, Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tahunan ini. Menurutnya, sebagai sekolah kesehatan, sudah menjadi kewajiban bagi institusinya untuk memfasilitasi pembinaan PMR di tingkat remaja.
“Kami ingin pergerakan PMR di Purworejo semakin bergairah. Sejauh pengetahuan kami, lomba PMR tingkat SMP yang rutin diadakan di daerah ini hanya ada di SMK Kesehatan Purworejo,” tutur Nuryadin.
Beliau juga menjamin kredibilitas kompetisi ini karena melibatkan pihak yang kompeten sebagai juri.
“Juri langsung dari PMI Kabupaten Purworejo yang sudah menjadi mitra langganan kami. Jadi, soal kejujuran dan profesionalisme penilaian tidak perlu diragukan lagi,” tegasnya.
Selain sebagai rangkaian HUT sekolah, ajang ini menjadi jembatan silaturahmi antara SMK Kesehatan Purworejo dengan masyarakat dan sekolah-sekolah menengah pertama.
Selain berkompetisi, diharapkan para siswa SMP mulai mengenal lingkungan sekolah kesehatan dan tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sana melalui jalur Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
“Harapan kami, jiwa kepalangmerahan anak-anak semakin dalam dan mereka bisa membawa semangat positif bagi adik-adik kelasnya di sekolah masing-masing,” tutup Nuryadin.(Jon)





