Berjuang Melawan Gagal Ginjal, Warga Ngombol Purworejo Ini Gratis Cuci Darah Berkat Program JKN PBI

oleh
Endah Supriyani (46), warga Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, gratis cuci darah berkat Program JKN PBI - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menjalani pengobatan jangka panjang akibat penyakit kronis membutuhkan energi, kesabaran, dan biaya yang tidak sedikit. Hal inilah yang dirasakan oleh Endah Supriyani (46), warga Desa Pejagran, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Selama delapan bulan terakhir, Endah harus tangguh berjuang melawan penyakit gagal ginjal. Dirinya diwajibkan menjalani tindakan hemodialisis (HD) atau cuci darah secara rutin sebanyak dua kali seminggu di RSUD Dr Tjitrowardojo Purworejo.

Namun di balik beratnya perjuangan fisik tersebut, ada secercah rasa tenang yang ia rasakan. Seluruh biaya pengobatan yang bernilai fantastis itu sepenuhnya dijamin oleh negara.

Endah mengaku sangat bersyukur karena dirinya tercatat sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI). Segmen ini merupakan program jaminan kesehatan yang iuran bulannya ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Purworejo.

“Sudah delapan bulan saya menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu. Tentunya biaya pengobatan seperti ini sangat besar jika harus ditanggung sendiri,” ujar Endah terbuka, Senin (25/05/2026).

Ia menceritakan, rasa cemas sempat melanda saat pertama kali divonis harus menjalani cuci darah seumur hidup. Selain harus beradaptasi dengan kondisi fisik yang menurun, bayang-bayang biaya pengobatan jangka panjang sempat menjadi beban pikiran.

“Saya bersyukur terdaftar sebagai peserta PBI yang ditanggung Pemkab Purworejo. Bantuan ini sangat meringankan beban saya selama berobat di RSUD Tjitrowardojo. Terima kasih karena saya tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan,” ungkapnya penuh haru.

Rasa lega yang sama juga diungkapkan oleh sang ibunda, Eny Setyowati. Sebagai orang tua, Eny tak menampik rasa sedih melihat putrinya harus akrab dengan jarum dan mesin hemodialisis setiap pekan. Kendati demikian, hadirnya Program JKN JBI ini memberikan kekuatan moral yang besar bagi pihak keluarga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo. Dengan bantuan ini, anak saya tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Ini bukan sekadar bantuan finansial, tapi memberikan harapan dan ketenangan bagi kami yang mendampingi,” tutur Eny.

Merespons kisah Endah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kebumen, Dina Diana Permata, menegaskan bahwa Program JKN dirancang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat prasejahtera, mendapatkan hak layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan.

Dukungan dari pemerintah daerah melalui pengalokasian APBD untuk iuran peserta PBI merupakan bentuk sinergi nyata dalam melindungi warga.

“Melalui bantuan iuran dari pemerintah daerah, masyarakat prasejahtera tetap dapat memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan berkelanjutan. Karena kesehatan adalah hak setiap warga masyarakat yang perlu dijaga dan dipastikan aksesnya,” jelas Dina Diana Permata.

Dina berharap, kehadiran JKN bisa terus menjadi payung pelindung bagi masyarakat luas, terutama saat risiko sakit datang tanpa bisa diprediksi. Cerita Endah Supriyani menjadi bukti nyata bahwa jaminan kesehatan mampu mengubah kecemasan menjadi sebuah harapan untuk terus mempertahankan kualitas hidup. (Jon)