KORANJURI.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadin Dikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, S.S.T.P., M.M., secara resmi membuka gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Purworejo tahun 2026, Senin (25/05/2026), di GOR Sarwo Edhie Wibowo.
Dalam sambutannya, Yudhie Agung Prihatno menegaskan bahwa O2SN bukan sekadar ajang perlombaan atau memburu medali semata. Event tahunan resmi dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) ini merupakan wahana strategis dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, dan berkarakter.
“Melalui olahraga, kita belajar tentang disiplin, kerja keras, semangat pantang menyerah, serta menjunjung tinggi sportivitas. Nilai-nilai inilah yang menjadi bekal penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Yudhie.
Ia juga berpesan kepada seluruh atlet pelajar untuk menampilkan kemampuan terbaik dengan penuh rasa percaya diri, namun tetap menomorsatukan kejujuran. Menurutnya, kemenangan sejati terletak pada proses, sikap, dan karakter yang dibangun selama bertanding.
“Pemerintah Kabupaten Purworejo terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi peserta didik, baik akademik maupun non-akademik. Kita berharap melalui O2SN ini akan melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Purworejo di tingkat Provinsi Jawa Tengah, nasional, bahkan internasional,” tambahnya.
Pembukaan O2SN tahun ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus KONI Purworejo dan Dewan Pendidikan guna memberikan dukungan, saran, dan masukan demi kebermanfaatan kegiatan yang lebih luas bagi para siswa.
Di lokasi yang sama, Ketua KONI Purworejo, Muhammad Abdullah, S.E., S.H., menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ia menilai, kontinuitas event olahraga di Purworejo belakangan ini, (setelah sebelumnya sukses menggelar POPDA), menjadi ruang aktualisasi yang sangat baik bagi atlet-atlet pelajar.
“Ini menjadi ruang aktualisasi bagi anak-anak sekolah yang menggeluti profesi sebagai olahragawan, sekaligus ajang unjuk kebolehan yang akan memunculkan bibit-bibit atlet kita ke depan. KONI tentu ikut memantau. Atlet-atlet terbaik nanti akan kita bina lebih intensif lagi agar mampu berprestasi di kancah yang lebih tinggi,” tegas Abdullah.
Kendati demikian, Ketua KONI juga menitipkan harapan agar jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada O2SN di tahun-tahun mendatang bisa terus ditambah.
“Saat ini baru ada enam cabor. Kita harapkan ke depan bisa bertambah karena anak-anak kita menggeluti bidang olahraga yang bervariasi, bahkan ada 35 cabor yang sudah berkembang di Purworejo,” imbuhnya.
Kepala Bidang Pengembangan Kurikulum, Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dwi Yuwono, S.E., M.M., selaku Ketua Panitia menjelaskan, bahwa O2SN Kabupaten Purworejo 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 25 hingga 31 Mei 2026.
“Kompetisi ini diikuti oleh total 200 atlet pelajar berjenjang, yang terdiri dari 103 atlet tingkat SD dan 97 atlet tingkat SMP,” jelas Dwi di sela kegiatan pembukaan.
Untuk memastikan kelancaran, terang Dwi, panitia telah menyiapkan sejumlah lokasi strategis di Purworejo sebagai pusat pertandingan, antara lain Gedung Wanita/GSH Purworejo, Stadion Sarwo Edhie Wibowo, Alun-alun Purworejo, Kolam Renang Artatirta, SMP Negeri 26 Purworejo, serta Sanggar Senam Mandiri Suronegaran.
Ada enam cabor utama yang dipertandingkan dalam kompetisi berjenjang hingga tingkat nasional ini, meliputi Atletik, Renang, Bulu Tangkis, Pencak Silat, Senam (khusus jenjang SD) dan Panjat Tebing (khusus jenjang SMP).
“Dengan kegiatan ini kita menyaring jawara-jawara terbaik yang siap bertarung dan menembus podium di tingkat Provinsi Jawa Tengah hingga level nasional,” pungkas Dwi. (Jon)





