KORANJURI.COM – Angin segar berembus bagi dunia kesehatan di Purworejo dan sekitarnya. Setelah melalui proses panjang selama hampir dua tahun, RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo kini memasuki babak final untuk mengoperasikan layanan radioterapi.
Langkah krusial ini ditandai dengan proses verifikasi izin operasi fasilitas radioterapi yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 17 hingga 20 Juni 2026.
Kehadiran layanan baru ini digadang-gadang akan menyempurnakan ekosistem penanganan kanker (onkologi) secara paripurna di rumah sakit tersebut.
Selama ini, perjuangan pasien kanker di Purworejo terbilang berat. Mereka kerap harus dirujuk ke luar daerah hanya untuk menyambung rantai pengobatan yang belum lengkap.
Direktur RSUD dr. Tjitrowardojo Purworejo, dr. Tolkha Amaruddin, mengungkapkan bahwa pengobatan radioterapi bukanlah prosedur sekali jalan. Pasien setidaknya harus menjalani 25 hingga 30 kali sesi, bahkan bisa mendapatkan tambahan booster hingga 10 kali.
“Dengan hadirnya layanan radioterapi, masyarakat Purworejo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan kanker. Selama ini, pasien kerap harus menjalani kombinasi kemoterapi dan radioterapi di fasilitas berbeda. Proses itu membuat pengobatan menjadi sangat kompleks dan membebani pasien, baik secara waktu maupun biaya,” ujar dr. Tolkha saat memberikan paparan di Auditorium Lantai Dua RSUD, Rabu (17/06/2026) dalam verifikasi izin operasi fasilitas radioterapi.
Kebutuhan akan fasilitas penanganan kanker yang terintegrasi di Purworejo memang sudah sangat mendesak. Data internal RSUD dr. Tjitrowardojo menunjukkan lonjakan angka pasien yang luar biasa tajam. Dulu terbaca di kisaran 1.000 pasien, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka lebih dari 10.000 pasien.
Sebelumnya, RSUD dr. Tjitrowardojo telah mengoperasikan layanan kemoterapi sejak Maret 2023 yang langsung direspons dengan peningkatan jumlah pasien secara signifikan. Ledakan data ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran radioterapi adalah fasilitas yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.
Demi mendukung layanan kanker yang komprehensif, RSUD dr. Tjitrowardojo tidak main-main dalam mempersiapkan amunisi medisnya. Dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), rumah sakit ini telah diperkuat oleh tim dokter spesialis yang lengkap, antara lain 2 Dokter Bedah Onkologi, 1 Dokter Hematologi Onkologi dan 2 Dokter Onkologi Radiasi.
Tak hanya siap dari sisi medis, kesiapan teknologi pun terus dikebut. Saat ini, alat radioterapi canggih berjenis Linac Sinfa XH A 14.00 sedang menjalani tahap akhir pengujian. Proses ketat seperti pemeriksaan ex-fill drawing*
, pengukuran, hingga uji mekanik terus dilakukan secara maraton, yang nantinya akan dievaluasi pada hari ketiga pertemuan.
Langkah besar RSUD dr. Tjitrowardojo ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi layanan kesehatan nasional yang dicanangkan pemerintah. Melalui kelengkapan fasilitas radioterapi ini, kelas kompetensi RSUD dr. Tjitrowardojo diharapkan melesat naik dari level madya menjadi level utama, bahkan menuju level paripurna dalam penanganan kanker.
“Kami berharap seluruh proses perizinan dapat segera diselesaikan sehingga layanan radioterapi dapat segera dioperasikan untuk melayani masyarakat. Harapan kami semua berjalan lancar dan izin penggunaan alat dapat segera keluar,” pungkas dr. Tolkha optimistis. (Jon)





