SPMB SMP Purworejo Dibuka, Sejumlah SD Malah Kekurangan Murid Baru

oleh
Ketua Panitia SPMB Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto, S.E., M.M. - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Dinamika kontras mewarnai pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun pelajaran 2026/2027 di Kabupaten Purworejo.

Di saat geliat pendaftaran tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru saja resmi dimulai, evaluasi rampungnya SPMB tingkat Sekolah Dasar (SD) justru menyisakan catatan tersendiri mengenai ketimpangan jumlah siswa.

Ketua Panitia SPMB Kabupaten Purworejo, Sigit Supriyanto, S.E., M.M., mengungkapkan bahwa secara umum seluruh tahapan berjalan dengan objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari kendala sistem.

Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya sebaran jumlah murid yang belum merata antar-sekolah.

Disampaikan, tahapan SPMB untuk 462 SD Negeri di seluruh Kabupaten Purworejo sebenarnya telah selesai 100 persen seiring berakhirnya masa daftar ulang pada 15 Juni 2026 lalu.

Namun, ketatnya sistem Dapodik yang mengunci kuota maksimal 28 siswa per kelas memicu fenomena unik.

Di satu sisi, sekolah-sekolah favorit tidak bisa menambah daya tampung meski peminat membeludak. Di sisi lain, ditemukan beberapa sekolah yang justru mengalami krisis pendaftar.

“Ada beberapa sekolah yang mendapatkan pendaftar di bawah 10 anak. Meski demikian, kami pastikan sejauh ini tidak ada sekolah yang sama sekali nol murid atau tidak mendapatkan pendaftar sama sekali,” jelas Sigit, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Rabu (17/06/2026).

Setelah dinamika di tingkat SD mereda, perhatian kini sepenuhnya bergeser ke tingkat SMP. Sebanyak 43 SMP Negeri di Kabupaten Purworejo mulai membuka pintu gerbangnya untuk menjaring calon peserta didik baru melalui empat jalur utama: Domisili (45%), Prestasi (30%), Afirmasi (20%), dan Mutasi (5%).

Tepat pada hari Rabu (17/06/2026) hingga Kamis (18/06/2026), pendaftaran untuk Jalur Afirmasi dan Jalur Mutasi resmi dimulai. Hasil dari kedua jalur awal ini akan langsung diumumkan pada Jum’at, 19 Juni 2026, dengan jadwal daftar ulang pada 22 Juni 2026.

“Untuk jalur mutasi, aturan diperketat dengan kewajiban menyertakan surat perpindahan tugas orang tua dari luar daerah ke Purworejo. Di hari pertama ini, pantauan kami di sistem berjalan sangat lancar,” tambahnya.

Setelah jalur afirmasi dan mutasi selesai, panitia akan segera menyusul dengan membuka pendaftaran Jalur Domisili dan Jalur Prestasi pada 23-25 Juni 2026. Pengumuman hasil akhir akan dirilis pada 27 Juni 2026, dan daftar ulang pada 29-30 Juni 2026.

Menariknya, ada aturan baru yang diterapkan pada jalur prestasi SMP tahun ini. Untuk menghasilkan seleksi yang lebih berstandar dan adil, penilaian tidak lagi hanya bertumpu pada rapor dan piagam, melainkan wajib menyertakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“TKA tahun ini diselenggarakan secara nasional. Dengan nilai yang lebih berstandar ini, kami berharap proses penyaringan siswa berprestasi di jenjang SMP berjalan jauh lebih objektif,” pungkas Sigit. (Jon)