KORANJURI.COM – Sebanyak 48 peserta terpilih secara resmi mulai mengikuti Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi Angkatan ke-2 di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo.
Kegiatan yang didanai penuh oleh APBN Tahun Anggaran 2026 ini dibuka pada Senin (22/06/2026) dan diproyeksikan menjadi solusi nyata dalam menekan angka pengangguran serta kemiskinan di wilayah Purworejo.
Dalam laporannya, Kepala UPT BLK Dinperintransnaker Purworejo, Arisah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh peserta yang ikut serta merupakan warga Purworejo dan sekitarnya yang telah lolos seleksi ketat melalui sistem Siap Kerja.
“Para peserta terbagi ke dalam 3 paket kejuruan strategis, di mana masing-masing paket diikuti oleh 16 orang. Pelatihan akan berlangsung mulai 23 Juni hingga 6 Agustus 2026, mencakup 33 hari kerja atau setara dengan 260 Jam Pelajaran (JP),” ujar Arisah.
Tiga kejuruan unggulan ini, Kejuruan Pengelolaan Administrasi Perkantoran, Kejuruan Juru Gambar Bangunan Gedung dan Kejuruan Servis Sepeda Motor Sistem Injeksi.
Maksud dan tujuan dari pelatihan ini, menurut Arisah, untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas tenaga kerja di Kabupaten Purworejo. Harapannya setelah selesai mengikuti Pelatihan ketrampilan Berbasis Kompetensi ini dapat memberikan keterampilan dan keahlian kepada peserta pelatihan diberbagai jurusan yang dilaksanakan/ dibuka, agar setiap lulusan pelatihan dapat mengisi lowongan kerja sesuai kebutuhan pasar kerja dan diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Dengan pelatihan ini bisa menambah pengetahuan dan mempunyai skiil sehingga mampu bersaing di pasar kerja yang pada akhirnya bisa mengurangi angka pengangguran Khususnya di Kabupaten Purworejo,” Ungkap Arisah.
Kepala Dinperintransnaker Kabupaten Purworejo, Dr. Sukmo Widi Harwanto, S.H., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa para peserta merupakan orang-orang pilihan.
Mengingat program ini dibiayai oleh negara, kata Sukmo, Pemerintah Daerah menaruh harapan besar agar output dari pelatihan ini benar-benar melahirkan tenaga kerja yang kompeten.
“Harapan kami dari Pemerintah Daerah Kabupaten Purworejo, setelah selesai mengikuti pelatihan ini, Mas, Mbak, Bapak, atau Ibu sekalian tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi minimal siap kerja atau bahkan membuka lapangan kerja baru secara mandiri,” tegas Dr. Sukmo.
Ia menambahkan, ketiga kejuruan yang dibuka tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan pengguna jasa saat ini. Dengan bekal keahlian tersebut, para lulusan diharapkan mampu terserap di dunia industri maupun membuka bengkel atau jasa konsultan sendiri.
“Langkah ini menjadi bagian dari strategi makro Pemkab Purworejo dalam mengurangi angka pengangguran dan menanggulangi kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat,” kata Sukmo.
Ada yang menarik dalam sistem pembelajaran di BLK Purworejo kali ini. Mengingat latar belakang peserta yang sangat heterogen, proses belajar mengajar akan menerapkan metode Andragogi (cara belajar orang dewasa).
Menurut Sukmo, melalui metode ini, siswa dituntut aktif agar penyerapan Pengetahuan, Keterampilan, dan Skill (PKS) dapat berjalan optimal.Tak hanya sekadar melatih, pihak BLK juga berkomitmen mengawal para alumni pasca-pelatihan.
“Instruktur tidak hanya melatih, tetapi juga mencarikan jejaring, agar alumnusnya dapat di tempatkan,” pesan Sukmo.
Selama pelatihan, juga akan dibentuk organisasi kelas dan angkatan. Wadah ini berfungsi sebagai media saling bantu selama proses belajar maupun sebagai jaringan komunikasi dan informasi lowongan kerja setelah mereka lulus. (Jon)





