KORANJURI.COM – Konektivitas infrastruktur Jalan Nasional yang menghubungkan Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen kini tengah bersolek besar-besaran.
Melalui Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah (PPK 2.5), proyek rekonstruksi jalan bernilai Rp158 miliar ini terus dikebut dan hingga 5 Juli 2026 progresnya telah mencapai 45, 151 persen dari rencana 37,803 persen.
Proyek strategis dengan skema kontrak multiyears tahun 2025-2027 yang digarap oleh PT Karya Adi Kencana ini, ditargetkan terkendali dan menonjolkan perubahan signifikan pada wajah kota di sepanjang koridor selatan.
Koordinator Pengawas Lapangan PPK 2.5 Satker PJN Wilayah II Jateng, Suwarno, S.T., mengungkapkan bahwa penanganan dilakukan secara masif yang terbagi ke dalam 11 segmen pengerjaan, mulai dari perbatasan DIY hingga batas Kebumen-Banyumas.
“Hingga 5 Juli 2026 progres keseluruhan sudah mencapai 45,151%. Untuk wilayah Purworejo, kami optimistis target pengerjaan fisik untuk DIPA tahun 2026 ini bisa terselesaikan sepenuhnya di akhir tahun,” ujar Suwarno, Rabu (08/07/2026).
Suwarno membeberkan dinamika pengerjaan di lapangan yang berjalan simultan. Di wilayah Kebumen, Segmen 7 di Prembun sepanjang 2 km (konstruksi beton/rigid pavement) dan Segmen 11 (RS Purbowangi ke barat) telah rampung 100 persen.
“Saat ini, Segmen 8 di Sruweng sepanjang 3 km sudah hampir selesai, tinggal seperempat jalan lagi. Sementara Segmen 10 juga sedang on going,” jelasnya.
Kabar baik bagi warga Purworejo, pengerjaan di Segmen 4 dan 5 yang berada di Jalur Lingkar Selatan Purworejo ditargetkan rampung total dalam dua hari ke depan. Jalur tersebut dilapisi aspal dua lapis tangguh, yakni AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course) dan AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course).
“Dua hari lagi selesai untuk aspal dua lapis di Jalur Lingkar. Saat ini masuk tahap perapian bahu jalan menggunakan agregat Kelas S agar beda tinggi antara aspal baru dan bahu jalan bisa halus dan aman,” tambahnya.
Sementara untuk Segmen 1 (Krendetan-Bagelen), Segmen 2 (Pendowo), dan Segmen 3 (depan kantor PPK 2.5 Popongan, Banyuurip) dijadwalkan akan dieksekusi menjelang akhir tahun 2026.
Salah satu terobosan terbesar dalam proyek bernilai ratusan miliar ini adalah perombakan total struktur jalan di pusat Kota Gombong, Kebumen. Suwarno menegaskan, ke depan kawasan perkotaan Gombong akan bebas dari aspal berlubang karena seluruhnya diganti dengan semenisasi perkerasan kaku.
“Untuk Segmen 9 dari Wero lanjut rigid, akan mulai dikerjakan setelah Segmen 8 selesai. Nanti, full Kota Gombong mulai dari Jembatan Kemit sampai Jembatan Jatinegara semuanya akan menggunakan rigid beton (perkerasan kaku),” tegas Suwarno.
Meskipun kontrak multiyears sejatinya berjalan hingga Mei atau Juni 2027, pihak Satker PJN mendorong penyedia jasa untuk memaksimalkan pembiayaan di depan agar masyarakat bisa lebih cepat menikmati jalan mantap. Hingga saat ini, pasokan material lancar dan progres aman tanpa minus.
Tidak hanya fokus pada perkerasan jalan, proyek ini juga sekaligus melakukan penataan estetika tata ruang jalan nasional. Satker PJN secara mandiri menggeser berbagai utilitas yang mepet dengan bahu jalan agar tidak terlihat semrawut setelah proyek selesai.
“Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terlalu mepet kami geser. Reklame, baliho di bahu jalan, hingga tiang serat optik Telkom dan operator lain juga kami pindahkan semua agar rapi dan aman bagi pengendara,” kata Suwarno.
Terkait titik kemacetan yang saat ini kerap terasa di kawasan Sruweng, Guyangan, hingga Kota Gombong akibat dampak konstruksi, pihak PPK 2.5 memberikan imbauan khusus bagi pengguna jalan lintas provinsi.
“Kami mengimbau pengguna jalan, khususnya kendaraan lintas, untuk mengantisipasi kepadatan di area Sruweng, Guyangan, dan Candisari dengan mengambil jalur alternatif lewat Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS/Selatan-Selatan). Nanti bisa masuk lagi lewat Buayan atau jalur tengah, dan tembus di barat Gombong via pertigaan Sangkal Putung,” imbaunya.(Jon)





