Pra MPLS, Orangtua Siswa SMK Kesehatan Purworejo Tandatangani Pakta Integritas Anti Bullying

oleh
Perwakilan orangtua siswa SMK Kesehatan Purworejo menandatangani pakta integritas Anti Bullying - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026, SMK Kesehatan Purworejo menggelar orientasi awal yang melibatkan orang tua peserta didik baru.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (09/07/2026) di Gedung Serbaguna PKP-RI ini diikuti oleh 165 orang tua murid.

Langkah inovatif ini diambil sebagai respons atas maraknya kasus perundungan di dunia pendidikan, sekaligus menyelaraskan visi antara pihak sekolah dan orang tua.

Kepala SMK Kesehatan Purworejo, Nuryadin, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa pengumpulan orang tua murid sebelum MPLS dimulai merupakan implementasi dari aturan baru.

Tujuannya adalah membangun satu persepsi demi mencetak generasi yang hebat di tengah tantangan moral pelajar saat ini.

“Kondisi pelajar kita saat ini dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Diharapkan kekompakan antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi, membimbing, dan mengarahkan anak-anak selama bersekolah di sini bisa terjalin erat,” ujar Nuryadin, di sela kegiatan.

Puncak acara orientasi ini ditandai dengan penandatanganan pakta integritas bersama untuk gerakan anti-bullying (perundungan). Komitmen tertulis ini ditandatangani oleh perwakilan siswa, perwakilan orang tua, komite sekolah, yayasan, serta jajaran Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan dan Kurikulum.

Dalam sesi materi, Waka Kesiswaan Arini Fadhilah memaparkan teknis MPLS, sementara Kepala Sekolah menjelaskan program kerja, capaian, serta visi-misi sekolah untuk 1 hingga 3 tahun ke depan.

Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Yayasan Bina Tani Bagelen yang membawahi SMK Kesehatan Purworejo, Ir. Ari Tiyasadi, menekankan pentingnya proses penyamaan persepsi ini.

Yayasan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas kelulusan dalam tiga tahun ke depan.

“Kita ingin menunjukkan kepada orang tua murid bahwa kita akan meningkatkan kualitas hasil kelulusan. Untuk itu, dasar-dasarnya harus dipahami bersama agar pihak orang tua dan sekolah bisa sinkron dan sejalan,” tutur Ari.

Di sisi lain, Ketua Komite SMK Kesehatan Purworejo, Drs. AS Ragil Wibowo, M.A., M.Th., Ph.D., menyebut pertemuan awal tahun ini dikemas secara istimewa demi mencegah terjadinya kesalahpahaman antara pihak sekolah dan orang tua murid di kemudian hari.

Melalui ruang dialog ini, komite memastikan adanya keterbukaan terkait program kurikulum hingga biaya pendidikan agar selaras dengan kemampuan orang tua dan kebutuhan operasional sekolah.

“Di SMK Kesehatan Purworejo ini, Insya Allah biaya pendidikannya paling rendah, tapi mutunya paling tinggi. Terbukti dua kali berturut-turut akreditasi kita mendapatkan nilai A Unggul. Kami komite, yayasan, dan sekolah selalu berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat Purworejo,” pungkas Pak Ragil optimis.(Jon)