KORANJURI.COM – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat SD dan SMP Kabupaten Purworejo sukses mengukir prestasi gemilang pada ajang O2SN tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2026 yang berlangsung dari tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2026 lalu.
Capaian tahun ini dinyatakan berhasil memenuhi target tiga besar dan menunjukkan tren peningkatan performa yang signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Ketua Panitia O2SN Kabupaten Purworejo 2026 yang juga menjabat sebagai Kabid Pengembangan Kurikulum, Bahasa, dan Sastra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Dwi Yuwono, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil kerja keras para atlet muda tersebut.
“Alhamdulillah, target kita untuk masuk tiga besar di beberapa cabang lomba berhasil terpenuhi. Bahkan, kita ada yang berhasil tembus ke babak final dan membawa pulang posisi juara,” ujar Dwi Yuwono, Senin (06/07/2026).
Pada gelaran O2SN Jawa Tengah 2026 yang diselenggarakan di tiga lokasi berbeda di Semarang, yakni GOR Jatidiri, Universitas Negeri Semarang (UNNES) Jatingaleh, dan GOR Trilomba Juang, Kabupaten Purworejo mengirimkan total 20 atlet putra-putri terbaik mereka. Puluhan atlet tersebut berlaga di lima cabang olahraga (cabor) andalan untuk masing-masing jenjang.
Ketua Kontingen O2SN Kabupaten Purworejo, Wawan Risdiyanto, merincikan sejumlah perolehan medali yang berhasil dikumpulkan oleh talenta muda Purworejo.
Untuk jenjang SMP, juara 1 Tolak Peluru (Atletik) diraih Khaula Khorirotum Muflikhah dari SMPN 1 Purworejo, juara 2 Bulu Tangkis Tunggal Putra (Lolos ke Final) diraih Raihan Dhio dari SMPN 1 Purworejo, juara 3 Bulu Tangkis Tunggal Putri diraih Wulan Maharani dari SMPN 2 Purworejo, juara 3 Panjat Tebing pada nomor Speed diraih Kaesang Ayu Wandira dari SMPN 1 Purworejo dan juara 3 Renang pada nomor 50 Meter Gaya Punggung diraih Tatag Iqbal Setiawan dari SMPN 4 Purworejo.
Pada jenjang SD, juara 2 Senam Putri (Lolos ke Final) diraih Kayyisa Ghania Afrin dari SDN 1 Pangenrejo-Purworejo dan juara 2 Pencak Silat Putra (Lolos ke Final) diraih Rolando Bikr Ardinata dari SDN Wangunrejo-Banyuurip.
Wawan menjelaskan bahwa meskipun sistem kejuaraan tahun ini fokus pada perolehan per cabor tanpa menetapkan juara umum, grafik prestasi Purworejo jelas merangkak naik.
“Tahun lalu banyak atlet kita yang gugur di fase penyisihan grup dan hanya tertahan di peringkat lima besar. Tahun 2026 ini, kita berhasil menembus final di tiga nomor sekaligus, yaitu bulu tangkis putra SMP, senam putri SD, dan pencak silat putra SD,” papar Wawan bangga.
Namun, regulasi ketat dari panitia provinsi menetapkan bahwa hanya peraih Juara 1 mutlak yang berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional. Mengingat kemenangan cabor atletik dihitung dari akumulasi tiga nomor (tolak peluru, lompat jauh, dan lari 60 meter), di mana atlet Purworejo hanya unggul penuh di nomor tolak peluru, maka langkah menuju tingkat nasional tahun ini belum berhasil terwujud.
Wawan menyebut, ajang O2SN di provinsi ini sekaligus menjadi catatan penting bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta tim kontingen Purworejo dalam menatap kompetisi ke depan.
Wawan Risdiyanto menyoroti pentingnya standarisasi sarana dan prasarana (sarpras) latihan bagi para atlet lokal agar mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.
“Sarana prasarana di Purworejo sebenarnya sudah cukup memadai. Hanya saja, beberapa fasilitas perlu disesuaikan dengan standar kompetisi tingkat provinsi. Seperti panjat tebing, medan dinding di Purworejo sangat berbeda dengan di provinsi, sehingga atlet butuh waktu ekstra untuk adaptasi,” ungkapnya.
Hal serupa juga dievaluasi pada cabor senam lantai SD. Meskipun alat balok titian sudah lengkap dan sukses menyumbang gelar juara dua, tempat latihannya dinilai kurang representatif karena masih bertempat di rumah pribadi, belum di sanggar senam khusus.
Ke depan, pihak panitia dan kontingen berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan klub-klub lokal seperti bulu tangkis dan pencak silat, serta memaksimalkan pembibitan atletik dan panjat tebing sejak dini.
“Langkah ini diharapkan mampu mencetak bibit-bibit berkualitas tinggi yang siap mendominasi ketatnya persaingan olahraga di Jawa Tengah pada masa mendatang,” pungkas Wawan. (Jon)





